Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: April 2012

. Diriwayatkan dari Sa’id bin Abdurrahman
dari Abu Hazim berkata,

. “Sesungguhnya seorang hamba bisa saja melakukan kebajikan yang dia senangi ketika melakukannya,
namun ternyata Allah عَزَّ وَجَلَّ menjadikannya sebagai keburukan yang paling berbahaya bagi dirinya.

. Dan adakalanya seorang hamba melakukan keburukan yang ia benci ketika mengerjakannya,
namun ternyata Allah عَزَّ وَجَلَّ menjadikannya sebagai kebaikan paling bermanfaat yang tidak ada bandingannya bagi dirinya.

Sebabnya,

. ketika seorang hamba melakukan kebajikan,
ia bersikap takabbur dan menganggap bahwa dirinya memiliki keutamaan yang tidak dimiliki orang lain.
Bisa jadi dengan sebab itu
Allah عَزَّ وَجَلَّ menggugurkan kebajikannya itu bersamaan dengan banyaknya kebajikan lainnya.

. Sementara ketika si hamba melakukan keburukan yang dibencinya itu,
bisa jadi Allah عَزَّ وَجَلَّ menumbuhkan perasaan takut dalam dirinya,
kemudian ia menghadap Allah عَزَّ وَجَلَّ dalam keadaaan rasa takut yang masih tertanam di dalam hatinya.”

(Shifatush Shafwah : II/164).

Pertanyaan: Kapankah wajibnya sholat di pesawat? Bagaimana tata cara sholat wajib (fadhu) padanya? Dan bagaimana cara melakukan sholat sunnah padanya?

Jawab: Sholat di pesawat wajib dilakukan bila telah masuk waktunya. Tetapi jika kesulitan melakukan sholat di pesawat sebagaimana sholat di bumi, maka ia tidak usah melakukan sholat fardhu kecuali jika pesawat telah mendarat, dan waktu sholat masih mencukupi atau jika waktu sholat berikutnya masih bias ditemui untuk melakukan jama’, misal; jika anda tinggal landas dari Jeddah sebelum matahari terbenam, lalu saat di udara matahari telah terbenam, maka anda tidak usah sholat Maghrib sampai pesawat mendarat di bandara dan anda turun padanya. Jika anda khawatir waktunya habis, maka niatkanlah untuk melakukan jama’takhir lalu melakukan jama’ setelah turun. Jika anda khawatir waktu Isya akan habis sebelum mendarat, sedang waktu Isya yakni sampai pertengahan malam, maka hendaklah ia sholat Maghrib dan Isya di pesawat sebelum waktunya habis.

Tata cara sholat di pesawat yaitu hendaknya orang itu berdiri menghadap kiblat lalu bertakbir, membaca Al-Fatihah dan sebelumnya membaca do’a Istiftah, sedang sesudahnya membaca surat Al-Qur’an, lalu ruku’, lalu bangkit dari ruku’, lalu bersujud. Bila tidak dapat sujud cukup dengan duduk seraya menundukkan kepala sebagai pengganti sujud. Begitulah yang harus ia perbuat sampai akhir dan kesemuanya menghadap kiblat.

Untuk sholat sunnah dalam pesawat, maka ia sholat dengan duduk di atas kursinya dan menganggukkan kepala dalam ruku’ dan sujud dengan anggukan sujudnya lebih rendah. Allah-lah yang memberi petunjuk. Wallahu ta’ala bishowab

Dinukil dari: Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no: 311
Ditulis di Juanda AirPort. Semoga manfa’at buat yg safar dg *fly*

Tanya :
Ustadz, apakah mall sama dengan Pasar ? Apa doanya agar kita terhindar dari keburukan saat berada di mall atau Pasar..?
Sukron

Jawab :
Hakikat Mall sama dengan pasar biasa. Seorang Muslim ketika akan masuk ke pasar hendaknya membaca do’a, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ” من دخل السوق، فقال: لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت، وهو حي لا يموت، بيده الخير وهو على كل شيء قدير، كتب الله له ألف ألف حسنة، ومحا عنه ألف ألف سيئة، ورفع له ألف ألف درجة “رواه الترمذي رقم 3428. حسنه الألباني

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca: “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”, maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan satu juta kesalahannya, dan meninggikannya satu juta derajat.”

Berkata Abu Hazim Salamah bin Dinar :

أَخْفِ حَسَنَتَكَ كَمَا تُخْفِي سَيِّئَتَكَ, وَلاَ تَكُنَنَّ مُعْجَبًا بِعَمَلِكَ, فَلاَ تَدْرِي أَشَقِيٌّ أَنْتَ أَمْ سَعِيْدٌ

“Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga).”. (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman no 6500).

Basyr bin Al Harits berkata, “Janganlah engkau beramal agar engkau disebut-sebut, sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu.”

Sumber:
http://firanda.com/index.php/artikel/7-adab-a-akhlaq/17-tabiin-terbaik-uwais-al-qoroni?start=1

Imam Al-Hasan Al-Basri rahimahullah berkata: “Perhatian seorang hamba terhadap dosanya akan mendorongnya untuk meninggalkannya. Penyesalannya akan menjadi pembuka taubatnya. Seorang hamba senantiasa memperhatikan dosa-dosanya hingga hal itu lebih bermanfaat dari sebagian kebaikannya.”.

(Dzammul Hawa oleh Ibnul Jauzi hal : 103)

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Bagaimanakah cara untuk berkomunikasi dengan jin di sekitar rumah agar jin tersebut tidak mengganggu penghuni rumah,bahkan di rumah kita sering melakukan yang 5 wkt utk anak dan istri bahkan sering mendengarkan radio pengajian ayat2 suci Al quran (tidak utk musik) tapi jin tsb selalu saja mengganggu bagaimanakah cara menangani hal semacam ini terimakasih

Wasallamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Temukan jawabannya di:

http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/jin-selalu-saja-mengganggu.html

Doa Sebelum Makan dan minum,, yang biasa selalu di baca Rasullullah, Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:

فَإِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Jika salah seorang dari kalian menyantap makanan, hendaknya dia membaca ‘BISMILLAH’. Jika dia lupa membacanya maka hendaknya dia mengucapkan, ‘BISMILLAHI FII AWWALIHI WA AKHIRIHI (dengan nama Allah pada permulaan dan akhirnya).”

(HR. Abu Daud no. 3767 At-Tirmizi no. 1858, dan Ibnu Majah no. 3255)