Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Ahlus Sunnah wal Jama’ah menetapkan apa2 yg Allah dan RasulNya telah ditetapkan atas diriNya baik itu dengan nama dan sifatNya, sebagaimana yang diterangkan dalam Nash dan tidak boleh di taqwil.

Al-Walid bin Muslim pernah bertanya pada Imam Malik bin Anas, al-jauza’I,al-laits bin sa’ad dan Sfyan ats-tsauri tentang berita yang datang mengenai Sifat2 Allah mereka semua menjawab :

Perlakukanlah Sifat2 Allah secara apa adanya dan janganlah engkau persoalkan (diriwayatkan -mam Abu bakar al-khallal dalam kitaabus Sunnah 313)
Imam Syafi’I berkata:
“Aku beriman kepada Allah dan kepada apa2 yang datang dari Allah sesuai dengan apa yang diinginkanNya dan aku beriman kepada Rasulullah dan kepada apa2 yang datang dari beliau, sesuai dengan apa yang dimaksud olh Rasulullah” (lihat Lum’atul I’tiqaad oleh Imam Ibnu Qadamah al-maqdisi dan syarahnya hlm36)

Syaikhul Islam berkata: “Manhaj Salaf dan para Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani Tauhid al-asma’ wash Shifat dg menetapkan apa2 yang telah Allah tetapkan atas diriNya dan telah ditetapkan Rasulullah baginya tanpa tahrif dan ta ‘thil serta tanpa ta’yuf dan tamsil, menetapkan tanpa tamsil, menyucikan tanpa ta’thil, menetapkan semua sifat2 Allah dan menafikan persamaan sifat2 Allah dengan MakhlukNya”
Allah berfirman: lihat Asy-Syuura:11 “…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah yg maha Mendengar lagi maha melihat”

‘Itiqad Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam masalah sifat Allah didasari atas 2 psrinsip:
1. Bahwasanya Allah wajib disucikan dari semua nama dan sifat yang kurang mutlaq, seperti ngantuk, tidur, lupa, capek, lelah, bodoh, mati. Etc
2. Allah mempunyai nama dan sifat yang sempurna yang tidak ada kekurangan sedikitpun juga, tidak ada sesuatupun dari makhluqnya yang menyamai sifat2 Allah.

Ahlus Sunnah wal Jama’ah MENGIMANI BAHWA ALLAH TIDAK SAMA DENGAN SESUATU APAPUN JUGA.

Allah dalam hal ini menyucikan diriNya dari apa yang disifatkan untuknya dan penentang2 para Rasul. Lihat Qs. Ash-shaffat: 180-182.
Dalam menuturkan Asma’ dan sifatNya, Allah memadukan antara an-nafyu wal itsbat (menolak dan menetapkan)

Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak menyimpang dari ajaran yang dibawa para Rasul, krn itu jalan yg lurus (ash-shiraathul mustaqiim) jalannya orang2 Allah yang dikaruniai nikmat yaitu jalannya para Nabi, Shiddiqin, syuhada’, shalihin. Firman Allah dalam An Nisaa: 69. Wallahu ‘alam bishowab
Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad bin Abdullah shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa berpegang teguh dengan ajarannya hingga hari kiamat.

%d bloggers like this: