Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

seorang
jika telah berniat satu amalan sholih,
lalu terhalangi oleh satu halangan,
maka tetap mendapatkan pahala
amalan tersebut.

Demikian juga
apabila seorang mengerjakan
amalan ibadah tertentu
pada saat tidak ada udzur,
lalu karena sakit atau udzur tertentu
ia tidak bisa melakukannya,
maka tetap ia mendapatkan
pahala amalan tersebut secara sempurna,
karena
Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Jika seorang hamba sakit atau bepergian
maka
dituliskan baginya pahala
seperti apa yang diamalkannya
ketika sehat dan mukim (tidak bepergian).

Misalnya:
seseorang yang biasa sholat bersama jamaah di masjid,
lalu satu ketika
mendapat halangan
seperti tertidur atau sakit
atau yang sejenisnya
maka
dia tetap
mendapatkan pahala sholat
bersama jamaah di masjid secara sempurna
tanpa ada kekurangan.

Demikian juga
jika dia biasa sholat sunnah
akan tetapi
dia terhalang darinya
dan tidak mampu melaksanakannya
maka
dia diberi pahalanya secara sempurna
walaupun tidak mengamalkannya.

Adapun
jika hal itu
bukan merupakan kebiasaannya
maka dia
mendapat pahala niatnya saja
dan tidak mendapat pahala amalannya.

Dalilnya adalah hadits yang berbunyi:
orang fakir dari kalangan sahabat berkata:

يَارَسُوْلَ اللهِ سَبَقَنَا أَهْلُ الدُّثُورِ بِالأُجُوْرِ وَالنَّعِيمِ الْمُقِيمِ- يَعْنِيْ إِنَّ أَهْلَ الأَموَالِ سَبَقَهُمْ بِالصَّدَقَةِ وَالْعِتْقِ- فَقَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِشَيْىءٍ إذَا فَعَلْتُمُوْهُ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَلَمْ يُدْرِكْكُمْ أَحَدٌ إِلاَّ مَنْ عَمِلَ مِثْلَ مَا عَمِلْتُمْ !! فَقَالَ تُسَبِّحُونَ وَتُكَبِّرُونَ وَتَحْمَدُونَ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا فَفَعَلُوْا فَعَلِمَ الأَغْنِيَاءُ فَفَعَلُوْا مِثْلَ ما فَعَلُوْا فَجَاءَ الفُقَرَاءُ إِلَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالُوا: يَارَسُوْلَ اللهِ سَمِعَ إِخْوَانُنَا أَهْلُ الْأَمْوَالِ بِمَا فَعَلْنَا فَفَعَلُوا مِثْلَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِهِ مَنْ يَشَاءُ

Wahai Rasululloh
ahlu dutsur mendahului kami
dalam pahala dan nikmat yang kekal
-yaitu
mendahului mereka
dalam bershodaqoh dan membebaskan budak-

lalu Rasulululloh n bersabda:
maukah kalian
saya beritahu sesuatu
jika kalian kerjakan
maka kalian dapat menyusul
orang yang telah mendahului kalian
dan tidak akan menyusul kalian seorangpun
kecuali
orang yang beramal
seperti yang kalian amalkan tersebut !!

lalu beliau bersabda lagi:
“bertasbih, bertakbir dan bertahmidlah
setiap selesai sholat tiga puluh tiga kali”,

lalu mereka mangamalkannya
dan orang-orang kaya
mengerti hal itu
lalu mengamalkannya
seperti apa yang mereka amalkan !!

kemudian
orang-orang fakir tersebut datang lagi
ke Rasululloh
dan berkata:
“wahai Rasululloh
saudara kami orang-orang kaya
telah mendengar apa yang kami amalkan
dan mereka mengamalkan seperti kami,”

lalu nabi n bersabda:
“demikianlah keutamaan Allah
diberikan kepada orang yang disukainya”.

(Syarah Riyadhush-shalihin, ibnu Utsaimin 1/ ).

Dalam hadits ini Rasulullah صلى اَللّهُ عليه وسلم
tidak mengatakan kepada mereka
bahwa
mereka telah mendapatkan pahala amalan mereka
akan tetapi
tidak diragukan lagi bahwa
mereka telah mendapatkan
pahala niat beramal tersebut.

Oleh karena itu
Nabi menjelaskan tentang
orang yang Allah berikan harta
lalu menginfaqkannya di jalan kebaikan
dan ada seorang fakir berkata:

Seandainya saya memiliki harta pula
sungguh
saya akan amalkan
semua amalan fulan,
dalam sabdanya:
فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَهُمَا فِيْ الأَجْرِ سَوَاءٌ
Maka dia dengan niatnya
dan keduanya sama-sama dalam pahala.

Dalam hadits ini juga
ada isyarat bahwa
orang yang keluar di jalan Allah dalam perang
dan jihad
maka dia mendapat pahala berjalannya,
oleh karena itu Nabi n bersabda:
مَا سِرْتُمْ مَسِيرًا وَلاَ قَطَعْتُمْ وَادِيًا إِلاَّ وَهُمْ مَعَكُمْ
tidaklah kalian berjalan di satu jalanan
dan tidak pula kalian melewati satu wadi
kecuali
mereka bersama kalian

dan ditunjukkan juga
oleh firman Allah:
Tidaklah sepatutnya
bagi penduduk Madinah
dan orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar mereka,
tidak turut menyertai Rasulullah
(pergi berperang)
dan tidak patut (pula) bagi mereka
lebih mencintai diri mereka
daripada mencintai diri Rasul.
Yang demikian itu ialah
karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah.
Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat
yang membangkitkan amarah orang-orang kafir,
dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh,
melainkan dituliskanlah bagi mereka
dengan yang demikian itu
suatu amal saleh.

Sesungguhnya
Allah tidak menyia-nyiakan
pahala orang-orang yang berbuat baik,
dan mereka
tidak menafkahkan suatu nafkah yang kecil
dan tidak (pula) yang besar
dan tidak melintasi suatu lembah,
melainkan
dituliskan bagi mereka (amal saleh pula),
karena Allah
akan memberi balasan kepada mereka
(dengan balasan) yang lebih baik
dari apa yang telah mereka kerjakan.
(QS.at-Taubah 9:120-121)

%d bloggers like this: