Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Oleh Ust Abu Hazzam Junaedi Abdillah

Dari Abu Hurairaoh radliallahu ‘anhu berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

“Allah tidak akan menerima sholat seseorang
yang telah berhadats
sampai ia berwudlu”
(muttafaqun ‘alaihi).

Fawa’Id hadits:
1. Sholatnya orang yang berhadats baik hadats besar maupun kecil tidak akan diterima oleh allah dan tidak sah. Sholatnya orang yg berhadats ada empat keadaan:

a. Jika melakukan hal tersebut
dg meyakini kebolehannya,
padahal Allah telah mensyaratkan
harus bersuci terlebih dahulu,
maka orang ini telah kufur
kepada Allah dan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.

b. Jika melakukan sholat
dalam keadaan berhadats dg sengaja
tanpa meyakini kebolehannya,
maka orang ini telah berbuat dosa besar
menurut jumhur,
dan kufur menurut hanafiyyah.

c. Jika melakukannya karena lupa,
maka sholatnya tidak sah,
tidak berdosa dan harus diulangi.
d. Melakukannya dg sengaja
karena dalam kondisi darurat
tidak mendapatkan air juga debu atau tanah,
maka sholatnya sah.

2. Hadats itu akan membatalkan wudlu
dan sholat seseorang.

3. Bersuci dari hadats besar maupun kecil
merupakan syarat sahnya sholat.
4. Memperbaharui wudlu itu tidak wajib
akan tetapi sunnah.

5. Barang siapa yg sholat
dan lupa ia berhadats
maka sholatnya tidak sah,
berbeda dg lupa jika ada najis padanya,
maka sholatnya sah.

6. Sahnya bersuci dari hadats sebelum hilangnya najis.

7. Besarnya masalah sholat
sampai disyaratkan untuk bersuci terlebih dahulu.

Wallahu a’lam.

(At-taudlihaat al-Fadzdzah wal Ilmam)

%d bloggers like this: