Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

(*). Diriwayatkan oleh Sufyan Ats-Tsaury رحمه الله bahwa Abu Dzar رضي الله عنه berdiri di sisi Ka’bah seraya berkata :

❤. ” Wahai Manusia,
saya adalah Jundab Al-Ghifari
Sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم,
kemarilah kalian untuk menemui saudara kalian yang menasehati dengan penuh kasih sayang.”

Maka tatkala mereka berkumpul disekelilingnya,

❤. Abu Dzarr رضي الله عنه bertanya:

”Bukankah kalian tahu
bahwa jika salah satu di antara kalian ingin berpergian,
maka dia akan mempersiapkan bekal yang layak baginya
dan menyampaikannya ke tempat yang ia tuju?”

Mereka menjawab:
”Benar,
memang demikian seharusnya wahai Abu Dzar.”

❤. Abu Dzarr رضي الله عنه pun berkata:

”Jika demikian,
maka ketahuilah bahwa perjalanan di hari kiamat
lebih jauh dari apa yang kalian tuju di dunia ini,
maka ambillah bekal yang dapat menyelamatkan kalian.”

Mereka bertanya:
”Apakah bekal yang layak kami persiapkan
untuk perjalanan tersebut,
wahai sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم ?”

❤. Beliau رضي الله عنه menjawab:

”Berhajilah kalian untuk menghadapi urusan yang agung,
~ shaumlah kalian di hari yang panas untuk menghadapi lamanya berdiri di padang Mahsyar
~ dan sholatlah dua rakaat di kegelapan malam karena kubur itu menakutkan.”

Mereka berkata:
”Semoga Allah membalas kebaikanmu,
wahai Abu Dzarr,
tambahkanlah nasihat anda untuk kami.”

❤. Lalu beliau رضي الله عنه menambahkan:

”Berkatalah dengan ucapan yang baik
dan jangan tanggapi ucapan buruk,
untuk menghadapi saat sendiri di padang Mahsyar,
bersedekalah dengan hartamu,
agar kalian selamat dari kesusahan di hari itu.”

Mereka berkata:
”Alangkah bagusnya nasehat anda,
wahai sahabat Rasulullah,
teruskanlah nasihat ini!”

Beliau, رضي الله عنه melanjutkan:

”Jadikan dunia untuk majelis dua hal,
~ majelis untuk memburu akhirat
~ dan majelis untuk mencari yang halal.
~ Adapun yang ketiga,
akan mendatangkan kemadharatan
dan tiada memberikan manfaat bagimu.

Jadikan harta milikmu menjadi dua bagian.
~ Bagian pertama sebagai nafkah yang halal bagi keluargamu
~ dan bagian kedua untuk bekal akhiratmu,
~ selain itu akan mendatangkan madharat bagimu
dan tidak akan memberikan manfaat padamu.

Wahai manusia,
bisa jadi rasa tamak dapat membunuhmu
sedangkan kamu tak mampu mencegahnya.”.

Diambil dari
Kitab Haakadza.. Tahaddatsas Salaf,
Dr. Musthafa Abdul Wahid

120322 – HADI/FI. . NASIHAT ABU DZARR AL-GHIFARI

%d bloggers like this: