Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Jangan terburu buru
kita menyebutnya
sebagai amalan yang berpahala

Bisa jadi
apa yang kita sebutkan itu
hanyalah karangan manusia belaka,
bukan dari wahyu dari Allah Ta’ala

Padahal
agama ini adalah HAK milik Allah,
bagaimana bisa
manusia mengarangnya
tanpa wahyu!

Sering
kita dapat broadchast yang demikian:

“amalan ini dapat ini,
amalan ini dan itu
jika dibaca sekian ribu
akan mendapat ini dan itu….

subhanallah
begitu mudahnya
kita menjanjikan sesuatu.
Padahal
itu semua adalah HAK ALLAH Ta’ala

Allah Ta’ala berfirman:
وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ
“Dan pada hari kiamat
kamu akan melihat
orang-orang yang berbuat dusta
atas nama Allah,
wajah-wajah mereka menjadi hitam.”
(QS. Az-Zumar: 60)

Dalam hadits mutawatir disebutkan:
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu
dia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

“Barangsiapa
yang berdusta atas namaku dengan sengaja
maka
hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.”
(HR. Al-Bukhari no. 107
dan Muslim no. 3)

Dalam hadits lain Al-Mughirah radhiallahu anhu berkata:
Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

“Sesungguhnya
berdusta atas namaku
tidaklah sama dengan berdusta atas nama orang lain.
Karena
barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja
maka hendaklah dia
mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.”
(HR. Al-Bukhari no. 1209 dan Muslim no. 4)

Mari kita berhati hati dalam bertindak..
Niat yang baik perlu diluruskan teori amalannya begitu juga
perbuatan baik perlu diluruskan teori niatnya..

Mari kita beramal dg dasar yg tepat.

%d bloggers like this: