Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Akhir-akhir ini banyak sekali beredar di internet, BBM, SMS atau media lainnya hadits-hadits bathil dan palsu yang tidak jelas asal-usul dan sumbernya. Sehingga kita sebagai penuntut ilmu yang menginginkan beribadah kepada Allah berdasarkan landasan hukum yang jelas dari Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shohih, merasa kesulitan dan tidak akan pernah mendapatkannya ketika mencari dan menelitinya di dalam kitab-kitab hadits shohih, dho’if, maupun palsu yang disusun oleh para ahli hadits dari ulama-ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Yang demikian ini menunjukkan bahwa pemalsuan hadits dan berdusta atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam masih terus terjadi di zaman sekarang dan jumlahnya sangat banyak, tiada terbatas. Karena siapapun bisa membuat hadits palsu yang dinisbatkan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, khususnya dalam masalah Fadhilah Amal (amalan-amalan yang memiliki keutaaan dan pahala yang besar).

Diantara tanda-tanda kepalsuan hadits-hadits tersebut sangat jelas, selain tidak ada sanad dan sumbernya, biasanya di bagian terakhir setelah selesai menyebutkan hadits palsu yang didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam tersebut disebutkan kalimat “kirimkanlah atau sebarkanlah ke semua orang yang ada di dalam daftar
kontakmu, niscaya anda akan memperoleh pahala demikian, atau dalam waktu sekian jam atau hari anda akan mendapatkan kabar gembira, atau anda akan terbebas dari segala problem”, dan kalimat-kalimat yang semisal itu.

Diantara hadits palsu yang beredar di internet, BBM dan SMS adalah hadits berikut ini:

قال الرسول صلى الله عليه وسلم : عشرة تمنع عشرة :

سورة الفاتحة … تمنع غضب الله

سورة يس … تمنع عطش يوم القيامة

سورة الدخان … تمنع أهوال يوم القيامة

سورة الواقعة … تمنع الفقر

سورة الملك … تمنع عذاب القبر

سورة الكوثر … تمنع الخصومة

سورة الكافرون … تمنع الكفر عند الموت

سورة الاخلاص … تمنع النفاق

سورة الفلق … تمنع الحسد

سورة الناس … تمنع الوسواس

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Ada sepuluh perkara (surat Al-Qur’an, pent) yang mencegah sepuluh perkara lainnya, (yaitu):

1. Surat Al Fatihah » mencegah kemarahan Alloh subhanahu wa ta’ala
2. Surat Yasin » mencegah kehausan dihari kiamat
3. Surat Ad Dukhon » mencegah kesusahan dihari kiamat
4. Al Waqi’ah » mencegah kefakiran
5. Al Mulk » mencegah siksa kubur
6. Al Kautsar » mencegah permusuhan
7. Al Kafirun » mencegah kekufuran pada saat dicabut nyawa
8. Al Ikhlas » mencegah kemunafiqan
9. Al Falaq » mencegah iri hati
10. An Nas » mencegah rasa was was

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya PALSU (Maudhu’). Termasuk hadits yang didustakan atas nama Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, karena tidak mempunyai sanad, tidak jelas asal-usul dan sumbernya. Kita tidak akan menemukan hadits ini dengan susunan kalimat seperti itu di dalam kitab-kitab hadits yang disusun oleh para ulama hadits dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Baik itu kitab yang memuat hadits-hadits shohih, dho’if maupun palsu.

Memang sebagian surat Al-Qur’an yang disebutkan di dalam hadits ini memiliki keutamaan berdasarkan hadits-hadits yang shohih, seperti surat Al-Fatihah, Al-Mulk, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas. Sedangkan hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan surat Yasin secara khusus tidak ada yang shohih satu pun dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dan hadits tentang keutamaan surat Al-Waqi’ah yang menunjukkan bahwa ia dapat mencegah kefakiran bagi yang membacanya juga derajatnya tidak shohih.
Demikian pula hadits tentang keutamaan surat Ad-Dkhon, dan surat Al-Kautsar tidak ada satu hadits pun yang shohih yang menjelaskan tentang keutamaannya secara khusus. Bahkan sangat banyak hadits-hadits yang dipalsukan oleh para pemalsu hadits dan disandarkan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam berkaitan dengan keutamaan-keutamaan surat-surat Al-Quran. Masing-masing surat mempunyai hadits palsu yang menerangkan keutamaannya secara khusus.

Setelah menyebutkan hadits-hadits yang shohih berkaitan dengan keutamaan surat-surat Al-Qur’an, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah mengatakan; “Kemudian hadits-hadits selain itu, seperti hadits dengan lafazh, “Barangsiapa membaca surat ini maka ia diberi pahala demikian (dan semisalnya, pent), maka hadits-hadits tersebut dipalsukan atas nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.”. (Lihat Al-Manar Al-Munif, hal. 225-228).

Demikianlah salah satu HADITS PALSU yang telah beredar di internet, BBM, SMS atau media lainnya yang dapat saya sebutkan untuk kali ini. semoga kita semua semakin berhati-hati dalam mengamalkan hadits-hadits Nabi, mengajarkan dan menyebarluaskannya kepada orang lain. Dan hendaknya kita semua semakin bertambah semangat dalam mempelajari dan memegang teguh hadits-hadits Nabi yang shohih. wabillahi at-taufiq. wa al-Hamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmu ash-sholihaat. (Klaten, 16 Maret 2012. Sumber: http://abufawaz.wordpress.com ).

%d bloggers like this: