Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : مَنْ صَلَّى اْلفَجْرَ فِيْ جَماَعَةٍ ثُمَّ تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : تَامَّةً تَامَّةً تَامَّةً.( حسن بشواهده : رواه الترمذي ( 586).
عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَسْنَاءَ (صحيح: رواه مسلم ( 670)، ورواية الطبراني (2/150)، ضعفها الألباني في (( ضعيف الترغيب)) .(371).
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ع لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً ( حسن: رواه أبو داود (3667)، وخرجه الألباني في (( الصحيحة)) 2916).س

Artinya:
Dari Anas bin malik berkata: Rasulullah telah bersabda: Barangsiapa shalat subuh berjaah kemudian dia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit lalu dia shalat dua rakaat maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan umrah, Rasulullah sholallahu alaihi wasalam bersabda ” sempurna, sempurna, sempurna,”
(Hadits Hasan: HR at-Tirmidzi:586 )

. Dari Jabir bin Samrah telah berkata:
Dahulu Nabi sholallahu alaihi wasalam apabila shalat shubuh duduk (dalam keadaaan menyilang) sampai matahari terbit dengan sangat baik.”
(HR. Muslim (670), Thabrani(II/150), Imam al-Bani mendhai`fkannya di “ Dha`if at-Tarhib” (371)).

. Dari Anas bin Malik telah berkata;
Rasulullah telah bersabda:
“Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat shubuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat budak dari keturunan bani Israil, dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari shalat ashar hingga terbenamnya matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat budak”
(Hasan, diriwayatkan Abu Dawud (3667), dan Imam al-Bani mengeluarkannya di “as-Shahihah” (2916).)

Syaikh Mukhtar As Sinqithi memberikan penjelasan hadis ini, bahwa keutamaan ini hanya dapat diraih jika terpenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:

PERTAMA
Shalat subuh secara berjama’ah. Sehingga tidak tercakup di dalamnya orang yang shalat sendirian. Dlakhir kalimat jama’ah di hadits ini, mencakup jama’ah di masjid, jama’ah di perjalanan, atau di rumah bagi yang tidak wajib jama’ah di masjid karena udzur.

KEDUA
duduk berdzikir. Jika duduk tertidur, atau ngantuk maka tidak mendapatkan fadlilah ini. Termasuk berdzikir adalah membaca Al Qur’an, beristighfar, membaca buku-buku agama, memberikan nasehat, diskusi masalah agama, atau amar ma’ruf nahi mungkar.

KETIGA
duduk di tempat shalatnya sampai terbit matahari. Tidak boleh pindah dari tempat shalatnya. Sehingga, jika dia pindah untuk mengambil mushaf Al Qur’an atau untuk kepentingan lainnya maka tidak mendapatkan keutamaan ini. Karena keutamaan (untuk amalan ini) sangat besar, pahala haji dan umrah sempurna..sempurna. sedangkan maksud (duduk di tempat shalatnya di sini) adalah dalam rangka Ar Ribath (menjaga ikatan satu amal dengan amal yang lain), dan Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Kemudian duduk di tempat shalatnya.”
Kalimat ini menunjukkan bahwa dia tidak boleh meninggalkan tempat shalatnya. Dan sekali lagi, untuk mendapatkan fadlilah yang besar ini, orang harus memberikan banyak perhatian dan usaha yang keras, sehingga seorang hamba harus memaksakan dirinya untuk sebisa mungkin menyesuaikan amal ini sebagaimana teks hadits.

KEEMPAT
shalat dua rakaat. Shalat ini dikenal dengan shalat isyraq. Shalat ini dikerjakan setelah terbitnya matahari setinggi tombak.
(lih. Syarh Zaadul Mustaqni’ oleh Syaikh Syinqithi 3/68).

Namun perlu diingat,
kita juga mempertimbangkan hal2 yg lebih wajib dari itu, dari mengurus keluarga.dll. Karena amalan sunah tidak kita menangkan diatas kewajiban sebagai kepala rumah tangga.
Maka menunggu surq ini hendaknya dilakukan jika ada waktu.
Semoga sunah ini tetap hidup.
.

%d bloggers like this: