Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Takabbur sebagaimana didefiniskan Nabi (shallallahu ‘alayhi wa sallam):

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَ غَمْطُ النَّاسِ

Kibr adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia

(HR Muslim)

(Merendahkan manusia…)

Karena berawal dari ujub, yaitu merasa telah banyak ilmu, merasa telah banyak beramal, shg ia MERENDAHKAN orang yang DIANGGAPny kurang ilmu atau amalnya darinya..

(Menolak kebenaran…)

– menolak kebenaran karena merendahkan penyampai ilmu

Ia TAHU dan PAHAM yg disampaikan itu kebenaran; tapi Kalau ia menerima kebenaran darinya, berarti ini bermakna perendahan terhadapnya.. Sebagaimana iblis yang ujub, kemudian takabbur (merendahkan nabi adam); hingga akhirnya menolak perintah Allah!

– karena penyampai kebenaran orang yang didengkinya..

ia tahu dan paham itu adalah kebenaran.. Tapi ia enggan menerimanya dari orang yang ia dengki.. Karena hal tersebut akan meninggikan orang yang didengkinya.. Maka ia menolaknya.. Sebagaimana IBLIS yang menolak sujud kepada adam, karena ia dengki terhadap nikmat yang Allah berikan kepada adam..

– menolak kebenaran karena mengagungkan akal

Tanpa ia sadari ia berbuat seperti IBLIS, yang menolak perintah Allah; karena lebih mendahulukan akalnya.

– menolak kebenaran karena penyampai kebenaran bukan dari kaumnya

Sebagaimana kaum YAHUDI yang menolak kenabian Rasulullah, karena tidak berasal dari bani isra-il

– menolak kebenaran karena fanatik butanya terhadap ijtihadnya/pendapatnya sendiri

Padahal ia bukanlah seorang mujtahid, bahkan ia hanyalah muqallid, yg tdk berilmu

– menolak kebenaran karena fanatik buta terhadap pendapat gurunya

Sbgmn Kaum nashara yang menolak kebenaran karena fanatik terhadap rahib-rahib yang mereka tuhankan

– menolak kebenaran krn fanatik buta trhdp tradisi/agama nenek moyang

Seperti kaum musyrikin mekkah yang menolak kebenaran karena fanatik terhadap tradisi/agama nenek moyangnya..

Na’uudzubillaaah

%d bloggers like this: