Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Keluarga diibaratkan seperti batu bata pertama
dalam sebuah bangunan masyarakat.

Apabila keluarga baik,
maka masyarakat pun akan ikut menjadi baik
dan sebaliknya
jika keluarga rusak,
maka masyarakat akan menjadi rusak pula.

Oleh karena itu,
Islam memberikan perhatian kepada urusan keluarga,
dengan perhatian yang sangat besar,
sebagaimana Islam juga mengatur
hal-hal yang dapat menjamin
keselamatan dan kebahagiaan keluarga tersebut.

Islam mengibaratkan keluarga
seperti suatu lembaga
yang berdiri di atas suatu kerjasama
antara dua orang.

Penanggung jawab yang pertama
dalam kerjasama tersebut
adalah suami.

Allah berfirman:

“Kaum laki-laki itu adalah
pemimpin bagi kaum wanita,
oleh karena
Allah telah melebihkan sebagian mereka
(laki-laki)
atas sebagian yang lain (wanita)
dan karena mereka (laki-laki)
telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.
Sebab itu,
maka wanita yang shalih ialah
yang taat kepada Allah
lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada,
oleh karena Allah telah memelihara (mereka). ” [An-Nisaa’: 34]

Islam menentukan
hak-hak di antara keduanya
yang dengan menjalankan hak-hak tersebut,
maka
akan tercapai ketenteraman dan keberlangsungan lembaga.

Islam menyuruh keduanya
agar menunaikan apa yang menjadi kewajibannya
dan tidak mempermasalahkan
beberapa kesalahan kecil yang mungkin saja terjadi.

(Bersambung)

%d bloggers like this: