Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Kebanyakan diantara kita senang kalau bisa membikin orang lain tertawa, dan ini tidaklah mengapa. Akan tetapi jika dalam candaan kita Чαπƍ membuat orang lain tertawa terdapat unsur dusta dan kebohongan, maka hal itu terlarang. Bahkan Rasulullah mengatakan celaka baginya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: “وَيْلٌ لِمَنْ يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ النَّاسَ، وَيْلٌ لَهُ، وَيْلٌ لَهُ”.

Dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah ia, celakalah ia.” (Sunan Abu Daud:4338).

Oleh karena itu jauhilah dusta sekecil apapun, bahkan walaupun dalam bentuk candaan. Karena dusta bisa menyeret pelakunya ke neraka. Seperti Чαπƍ pernah kita pelajari dalam SILSILAH HADITS SILSILAH Чαπƍ telah lalu, yaitu hadits keenam:

عَنْ عَبْدِ الله بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ قَالَ: «إنَ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ، وَإِنَ البِر يَهْدِي إِلَى الجَنةِ، وإِن الرجُلَ لَيَصْدُقُ حَتى يَكُونَ صِدِّيقًا. وَإِن الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وَإِن الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النارِ، وَإِن الرجُلَ لَيَكْذِبُ حَتى يُكْتَبَ عِنْدَ الله كَذابًا». رَوَاهُ الْبُخَارِى وَمُسْلِمٌ وَأَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِي وَهَذَا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shalallahu ‘aliahi Wa Sallam bersabda: Sesungguhnya kejujuran itu akan menuntun pada perbuatan baik, dan perbuatan baik akan menuntun ke surga, apabila seseorang selalu jujur, maka dia akan menjadi orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu akan menjurus pada perbuatan maksiat, dan perbuatan maksiat akan menyeret ke neraka, apabila seseorang selalu berdusta maka dia akan divonis sebagai pendusta di sisi Allah.

%d bloggers like this: