Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Dari Ibnu Abbas (radhiyallahu anhuma), ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melewati dua buah kuburan. Lalu Beliau bersabda: “Sungguh keduanya (maksudnya kedua penghuni kubur, pent) sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah (adu domba).” Kemudian Beliau mengambil pelepah kurma yang masih basah. Beliau belah menjadi dua, lalu Beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini?” Beliau menjawab, “Semoga mereka diringankan siksaannya, selama kedua pelepah kurma itu belum kering.”

TAKHRIJ HADITS

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari di dalam Al-Jami’ Ash-Shohih I/88 no.215, dan no.1295, 5705, 5708, dan Muslim I/240 no.292, Abu Daud I/52 no.20, An-Nasa’i I/28 no.31, dan 2068, 2069, dan Ahmad I/225 no.1980.

DERAJAT HADITS:

Hadits ini derajatnya SHOHIH, sebagaimana dinyatakan oleh Syaikh
Al-Albani di dalam Irwa’ Al-Gholil I/313 no.283, dan di dalam Shohih Sunan Abi Daud I/6 no.15.

%d bloggers like this: