Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Oleh Abu Faiz Muhamad Husain

Mengenal ALLAH Ta’ala ada 2 macam. Pertama hanya sekedar mengenal ALLAH secara umum. Kedua pengenalan yang menimbulkan rasa malu, cinta, bergantungnya hati, rindu, takut, bertaubat, selalu ingin dekat dan senantiasa menghadap kepada-NYA.
[Al Fawaid, Ibnul Qoyyim]

Waktu terus bergulir, usia terus berjalan, sedangkan hati tertutup dr mengenal ALLAH ? Allahu Musta’an

Sungguh merugi keadaan orang yang hidup didunia kemudian keluar darinya, tetapi tidak merasakan kelezatan didalamnya.

“APAKAH KELEZATAN DIDALAMNYA ITU?”

Kelezatan itu adalah mengenal ALLAH , mencintai-NYA, selalu dekat dg-NYA dan rindu akan perjumpaan dengan-NYA.
[Jawabul al-Kaafi, Ibnul Qoyyim]

Mengenal ALLAH merupakan sumber segala bentuk kebaikan dan mata air bagi setiap keutamaan. Dengan mengenalnya dapat diketahui mengenai sifat kesempurnaan dan kemuliaan-NYA yg dpt menggiring hati utk bersegera kpd seruan-NYA, menaati-NYA, berlomba-lomba dlm mendekatkan diri kpd-NYA, bersyukur kpd-NYA dan beribadah dg sebaik-baiknya.

Sedangkan kehidupan yang sengsara adalah kehidupan yang jauh dari ALLAH , dimana hati tercerai berai, jiwa terombang ambing dlm kesesatan dan kebinasaan, dan diapun akan kebingungan ketika berjalan dimuka bumi.

“Mereka tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu.”
(Al-Furqon: 44)

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada ALLAH , lalu ALLAH menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr: 19)

♥ ♥ ♥

Kedudukan seorang hamba disisi RABB-nya sesuai dg kadar pengenalannya thdp RABB-nya.

“Tidak ada yang tersisa sedikitpun (perkara) yang mendekatkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka melainkan telah dijelaskan kepada kalian.”

[HR. Ath Thabrani, dlm al-Mu’jam al-Kabir ]

%d bloggers like this: