Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Monthly Archives: March 2012

Sesungguhnya termasuk dari doa yang agung yang bermanfaat yang senantiasa dijaga dan dibaca Nabi -Shalallaahu’alaihi Wasallama- disetiap pagi adalah doa yang disebutkan di dalam Musnad Al Imam Ahmad dan Sunan Ibnu Majah dari Ummu Salamah –Radhiyallahu’anha- : bahwasannya Nabi -Shalallaahu’alaihi Wasallama- apabila seusai sholat subuh biasa membaca :

أَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَ رِزْقًا طَيِّبًا وَ عَمَلاً مُتَقًبَّلاً

“Ya Allah sesungguhnya saya memohon kepada-Mu Ilmu yang bermanfaat dan rizki yang baik dan amalan yang (Engkau) terima” (Dishahihkan As Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibni Majah No. 753)

Barang siapa yang memperhatikan doa yang agung ini maka ia akan mendapati bahwa menjadikannya sebagai bacaan atau doa diwaktu pagi setelah sholat subuh adalah sangatlah sesuai sekali dengan waktunya. Karena subuh adalah permulaan hari dan pembuka tiap hari. Sementara seorang muslim tidak memiliki keinginan dalam satu harinya kecuali memperoleh target yang sangat bernilai dan tujuan yang konkrit yang ternyata disebutkan dalam hadits ini. Yaitu berupa :

ILMU yang MANFAAT, RIZKI yang BAIK, AMAL yang DITERIMA.

Seakan ia membuka lembaran harinya dengan menyebutkan tiga perkara ini, lain daripada itu tidak, iapun menentukan target dan tujuan perolehan dalam seharinya. Tak diragukan lagi bahwa hal ini tentu lebih memadukan hati seseorang dan lebih memantapkan langkah perjalanannya. Berbeda dengan orang yang pagi harinya tidak menentukan target dan tujuan yang dia bertekad mendapatkannya dalam seharinya.

Untuk lebih jelasnya simak kajiannya secara mendalam di
http://indraiswara.com/2012/03/25/tiga-kebutuhan-diri-cerminan-doa-di-pagi-hari/

Wallahu ta’ala bishowab semoga manfa’at semangat weekend.

Pemerintah bermaksud menaikkan harga BBM. Banyak media yang kemudian mengangkat kehidupan orang-orang miskin. Seolah-olah kebijakan kenaikan BBM adalah bentuk pengabaian terhadap nasib mereka. Padahal, tak mungkin pemerintah mengambil kebijaksanaan tanpa pertimbangan. Dan, pemerintahlah yang paling memikirkan dan paling bertanggung jawab terhadap nasib rakyatnya.

Kekhawatiran yang berlebihan akan sempitnya rizki gara-gara naiknya harga BBM perlu dikritisi. Kenaikan harga BBM bukan berarti kiamat. Allah Dzat yang Maha Kaya. DIA-lah yang mengatur dan menjamin rizki seluruh makhluknya. Dan, tidak akan mati seorang hamba sebelum habis jatah rizkinya.

Bagaimana sikap terbaik kita sebagai rakyat dalam mensikapi kenaikan BBM ?

Simak penjelasan ust Badrusalam.

Klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/khutbah-jumat—mensikapi-kebijakan-pemerintah.html

Hadits : ((Dua rakaat qobliah subuh lebih baik dari dunia dan seisinya)).

2 rakaat yg hanya dikerjakan kurang dari 5 menit..akan tetapi lebih baik seluruh isi dunia..dari seluruh emas, perak, minyak bumi, permata, berlian, uang, hotel, istana…dari seluruh isi dunia !!!.

Lantas kenapa kita masih malas mengerjakannya? Bahkan sebagian orang kebiasaannya menjadikannya sebagai ba’diah subuh (karena diqodo)…??

Sementara untuk mencari secercah dunia kita rela membanting tulang 24 jam tanpa kenal rasa lelah??

Cara mengajukan aspirasi kepada penguasa adalah dengan empat mata, bukan di depan khalayak ramai dan bukan dengan menyebarkan ‘aib penguasa di hadapan rakyat atau media. Hal ini jelas berbeda dengan yang ditempuh dalam demonstrasi. Kadang para demonstran mempunyai sifat pengecut karena hanya berani jika dengan masa yang banyak dan tidak berani jika hanya sendirian.

Dari ‘Iyadh, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangan penguasa (raja) dengan empat mata. Jika ia menerima maka itu (yang diinginkan) dan kalau tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat kepadanya. Dosa bagi dia dan pahala baginya (orang yang menasihati)” (HR. Ahmad 3: 403. Syaikh Syu’aib Al Arnauht mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).

Cobalah lihat bagaimanakah nasehat para salaf dalam menyampaikan nasehat pada penguasa.

Ahmad meriwayatkan dalam Al-Musnad dari Sa’id bin Jumhan bahwa ia berkata, “Aku pernah bertemu Abdullah bin Abi Aufa. Aku pun mengadu, ‘Sesungguhnya penguasa benar-benar telah berbuat zhalim kepada rakyat!’ Kemudian dia memegang tanganku dan menggenggamnya dengan kuat. Katanya, ‘Celaka kamu Ibnu Jumhan! Kamu harus selalu berada dalam sawad a’zham (jama’ah). Kamu harus selalu berada dalam sawad a’zham (jama’ah). Jika penguasa mau mendengarmu, datangilah di rumahnya, lalu beritahu dia apa yang kamu ketahui. Jika dia mau menerima nasehat darimu, itulah yang diinginkan. Jika tidak mau, kamu bukanlah orang yang lebih tahu.’”

Selengkapnya:
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3747-kerusakan-demonstrasi.html

Husnuzhon dan Sabar dengan Keputusan Pak SBY

Kami yakin kalau Pak SBY, menteri-menterinya beserta seluruh staf dan jajaran yang ada di bawahnya sudah berfikir matang-matang tentang maslahat dan mudharat sebelum menaikkan harga BBM. Tentu saja, itu bukan untuk kepentingan mereka. Jika saja ini untuk kepentingan mereka, mengapa sampai rela didemo dan mungkin saja popularitasnya turun? Dan kami berpikir, tidak mungkin Pak SBY tega menyengsarakan rakyatnya sendiri.
Solusi utama untuk menghadapi kenaikan BBM ini adalah husnuzhon dengan keputusan Presiden dan bersabar. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melihat sesuatu pada pemimpinnya sesuatu yang tidak ia sukai, maka bersabarlah. Karena barangsiapa yang melepaskan diri satu jengkal saja dari jama’ah, maka ia mati seperti matinya jahiliyah (artinya: ia mati dalam keadaan jelek dan bukan mati kafir, pen)” (HR. Bukhari no. 7054 dan Muslim no. 1849).

Jika kita tidak bersabar terhadap keputusan penguasa, kita akan kehilangan pahala besar berupa surga bagi orang yang mau bersabar. Ingatlah janji Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga)” (QS. Az Zumar: 10). As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga.

Dan kami yakin di balik kesulitan ini, ada kemudahan yang akan segera dan segera menghampiri negeri kita. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Alam Nasyroh: 5).

Tidak ada yang mau berpikir tentang kerusakan dari demonstrasi itu sendiri …
Cobalah mengambil pelajaran dari negara-negara lain yang awalnya dari demo, namun terjadilah kerusakan yang berkepanjangan dan menyusahkan banyak orang.
فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ
“Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang cerdas” (QS. Al Hasyr: 2).

Selengkapnya:
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3747-kerusakan-demonstrasi.html

Riyadh, KSA

. Sesungguhnya
orang yg riyaa’
terus dalam penderitaan…

. Ia menderita sebelum beramal,
hatinya gelisah mencari2 pujian orang lain,
gelisah mencari-cari kesempatan kapan bisa dipuji

. Ia juga menderita tatkala sedang beramal…,
karena ia harus bisa beramal
dengan sebaik2nya dan seindah2nya
karena ia ingin dipuji.
Jika ia merasakan amalannya/sholatnya/ceramahnya kurang baik
maka ia menderita karena ia sadar
bahwa pujian yg ia harapkan tidak akan terwujidkan

. Ia juga menderita setelah beramal,
karena hatinya gelisah menanti-nanti
kapan pujian dan sanjungan tersebut itu datang…!!

. Jika ia telah dipuji…
terkadang iapun masih menderita dengan kekecewaan,
karena pujian yang ia raih tdk seperti yg ia harapkan…
Tidak sebanding pengorbanan dan persiapan amalan yg telah ia lakukan

. Kalaulah ia dipuji dengan pujian yg ia harapkan
maka ia hanya bahagia sementara,
setelah itu hatinyapun akan gelisah lagi
menanti-nanti kapan datang pujian berikutnya

. Dan yang paling mengenaskan…
penderitaannya di akhirat kelak…,
ia dipermalukan oleh Allah di hadapan khalayak.
Allah membeberkan kedustaannya /riyaa’nya…
selama ini
orang2 terdekatnya
menyangkanya sholeh / ikhlas
ternyata…

~ Allah juga menghinakannya
dengan memerintahkannya
utk merncari ganjaran
dari orang2 yg dahulu ia harapkan pujian mereka…

~ Dan bisa jadi
akhirnya Allah memasukan ke dalam neraka…

Wal’iyaadzu billah

Ketahuilah wahai saoudaraku bahwa yang menjadi tujuan kita bukanlah sekedar banyaknya ilmu akan tetapi kualitas amalnya. Karena seharusnya semakin bertambah ilmu agama semakin bertambah baik kualitas ibadahnya kepada Allah yang didorong rasa takut kepada Nya dengan rasa takut yang tidak membuat putus asa.

Anas Bin Malik berkata, “Rasulullah pernah menyampaikan khutbah kepada kami dengan satu khutbah yang belum pernah aku dengar sama sekali, nabi berkata (di dalam khutbah tersebut): “Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (berupa kengerian akherat, indahnya surga dan menakutkannya neraka) pasti kalian sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Anas berkata): “Para sahabat Rasulullah ketika itu langsung menundukkan wajah-wajah mereka dan mereka menangis terisak-isak.” (HR. Bukhari Muslim, riyadhus shalihin no. 401)

Syaikh Salim Al Hilaly berkata:“Seorang mu’min setiap kali bertambah ilmunya tentang kebesaran dan keagungan Allah serta kemuliaan Nya bertambah pula rasa takutnya terhadap siksa-Nya, sebagaimana pula bertambah ambisinya terhadap pahala dari Allah Ta’ala, lalu dia meninggalkan maksiat dan memperbanyak ketaatan.”

Beliau juga berkata: “Diantara sifat seorang mu’min adalah takut dan hormat kepada Allah, akan tetapi tidak sampai putus asa dan menyerah dari kasih sayang Allah.” (Bahjatun Nazhirin (1/343-347))

Ust. Abu Riyadl Nurcholis Majid Ahmad