Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Banyak yang mengaku Islam di KTP,
senang melakukan puasa Ramadhan,
bahkan ada yang sudah berhaji,
namun untuk masalah yang satu ini sulit diperhatikan,
yaitu shalat.

Kadang ditinggalkan dan
shalatnya pun bolong-bolong.

Yang lebih parah lagi,
ada yang mengaku Islam di KTP,
namun tidak pernah shalat sama sekali.

Kami teringat dengan
 perkataan khalifah Umar bin Khottob,
“Laa islama liman tarokash sholaah”
[Tidak disebut muslim bagi orang yang meninggalkan shalat].

Ini beliau katakan di akhir-akhir hidup beliau di hadapan para sahabat
dan tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya.

Sampai-sampai para ulama katakan
bahwa para sahabat sepakat akan kafirnya orang yang meninggalkan shalat
karena malas-malasan
meskipun meyakini wajibnya.

Hal ini pun dikuatkan
dengan berbagai
dalil yang menyatakan kafirnya orang yang meninggalkan shalat,
 diantaranya hadits,
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia kafir.”
(HR. Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah dengan sanad yang shahih dari Buraidah Al Aslami)

(*) Baca selengkapnya di rumaysho.com mengenai sanggahan pada pendapat yg tidak mengkafirkan orang yg meninggalkan shalat :

http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/3713-meninggalkan-shalat-bisa-membuat-kafir.html.

%d bloggers like this: