Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

​ا:

علموا أبناءكم وبناتكم “التوحيد” 

بتكرار هذه الأسئلة عليهم كل يوم ..
*Ajarkan kepada anak laki-laki dan anak-anak perempuanmu “Tauhid”*

Dengan mengulang-ulang pertanyaan berikut ini kepada mereka setiap hari…

 

فالجهل بأصول الدين وعدم غرسها منذ الصغر 

أول اسباب الإلحاد المنتشر بصورة مفزعة ..
Karena ketidaktahuan terhadap pokok-pokok agama dan tidak ditanamkannya tauhid sejak dini merupakan sebab pertama terjadinya ilhad (penyimpangan) yang merata dengan bentuk yang mengejutkan..(naudzu billah)
               ~ أسئلة في التوحيد ~
*~ Pertanyaan Seputar Tauhid ~*
س1/ من أين نأخذ عقيدتنا ؟

من القرآن والسنة .
1⃣ Dari (sumber yang) mana kita mengambil aqidah kita?

>> Dari Al Qur’an dan As Sunnah.
س2/ أين الله ؟

في السماء على العرش .
2⃣ Dimanakah Allah?

>> Dia berada diatas Arsy, diatas langit (sesuai dengan keagungan dan kemuliaanNya).
س3/ ما الدليل من القرآن على أن الله على العرش ؟

( الرحمن على العرش استوى) .
3⃣ Apa dalil Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Allah berada diatas Arsy?

>> firman Allah ((Ar Rahmaan bersemayam diatas Arsy)) _QS. Thaha:5._
س4/ ما معنى ( استوى) ؟

علا وارتفع .
4⃣ apa makna dari istiwa’?

>> Berada di ketinggian dan diatas.
س5/ لماذا خلق الله الجن والإنس ؟

لعبادته وحده لاشريك له .
5⃣ Untuk (tujuan) apa Allah menciptakan jin dan manusia?

>> Untuk beribadah kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya.
س6/ ما الدليل من القرآن على أن الله خلق الجن والإنس لعبادته ؟

( وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون)
6⃣ Apa Dalil Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepadaNya?

>> firman Allah: ((Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Ku)) _Qs.Adz-Dzariyat:56._
س7/ ما معنى ( يعبدون ) ؟

يوحدون .
7⃣ Apa makna “beribadah kepadaKu?”

>> Mentauhidkan Allah.
س8/ ما معنى لا إله إلا الله ؟

لا معبود بحق إلا الله .
8⃣ Apa makna kalimat *((Laa ilaaha Illallah))*?

>> Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.
س9/ ما أعظم عبادة ؟

التوحيد .
9⃣ Ibadah apa yang paling agung?

>> Tauhid.
س10/ ما أعظم معصية ؟

الشرك .
🔟 Maksiat apa yang paling besar?

>> Syirik (menyekutukan Allah).
س11/ ماهو التوحيد ؟

إفراد الله بالعبادة .
1⃣1⃣ Apa makna Tauhid?

>> Mengesakan Allah dalam segala bentuk peribadatan.
س12/ ماهو الشرك ؟

عبادة غير الله مع الله .
1⃣2⃣ Apakah yang dimaksud dengan Syirik?

>> Beribadah yang ditujukan kepada selain Allah.
س13/ كم أقسام التوحيد ؟

ثلاثة .
1⃣3⃣ Ada berapa bagian Tauhid?

>> ada Tiga.
س14/ ماهي أقسام التوحيد ؟

الربوبية والألوهية والأسماء والصفات .
1⃣4⃣ Apa saja bagian-bagian Tauhid?

>> Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, Tauhid Asma’ wash shifat.
س15/ ما تعريف توحيد الربوبية ؟

افراد الله في أفعاله مثل الخلق والرزق .
1⃣5⃣ Apa yang dimaksud Tauhid Rububiyah?

Mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatanNya, seperti : menciptakan dan memberi rizki.

(Ket: aplikasi tauhid ini adalah meyakini bahwa yang berhak Menciptakan dan Memberikan rizki hanyalah Allah. Tidak ada yang lain).
س16/ ما تعريف توحيد الألوهية ؟

افراد الله بأفعال العباد مثل الدعاء والذبح والسجود .
1⃣6⃣ Apa yang dimaksud Tauhid Uluhiyah?

>> mengesakan Allah dalam hal perbuatan hamba seperti doa, shalat, menyembelih hewan dan sujud.

(Ket: aplikasi tauhid ini adalah dengan meniatkan saat kita beribadah ikhlas karena Allah, bukan untuk sesembahan lain).
س17/ هل لله أسماء وصفات ؟

نعم .
1⃣7⃣ Apakah Allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat?

>> Ya. (Tentu sesuai keagungan, keluhuran dan kemuliaanNya).
س18/ من أين نأخذ أسماء الله وصفاته ؟

من القرآن والسنة .
1⃣8⃣ Dari mana kita mengambil (keyakinan) terhadap nama² Allah dan sifat²Nya?

>> dari Al Qur’an dan As Sunnah.
س19/ هل تشبه صفات الله صفاتنا ؟

لا .
1⃣9⃣ Apakah sifat-sifat Allah (Sang Pencipta) menyerupai sifat-sifat kita (makhlukNya)?

>> Tentu saja tidak.
س20/ ما الدليل من القرآن على أن صفات الله لا تشبه صفاتنا ؟

( ليس كمثله شيء وهو السميع البصير) .
2⃣0⃣ Apa dalil dari Al Qur’an bahwasanya sifat-sifat Allah tidak menyerupai sifat-sifat kita, makhlukNya?

>> Firman Allah: ((Tidak ada yang serupa bagiNya sesuatu apapun, dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat))

_QS.Asy-Syura:11._
س21/ القرآن كلام من ؟

الله .
2⃣1⃣ Al Qur’an adalah kalam siapa?

Allah.
س22/ منزل أم مخلوق ؟

منزل و هو كلامه حقيقة بحرف و صوت .
2⃣2⃣ Al Qur’an diturunkan dari sisi Allah atau diciptakan (makhluk)?

>> Diturunkan dari sisiNya, difirmankan Allah secara langsung dengan huruf dan suara (melalui malaikat Jibril yang kemudian disampaikan kepada Muhammad -shallallahu ‘alaihi wasallam-).
س23/ ما هو البعث ؟

إحياء الناس بعد موتهم .
2⃣3⃣ apakah yang dimaksud hari kebangkitan?

>> yaitu peristiwa dibangkitkannya manusia seluruhnya setelah diwafatkannya mereka.
س24/ ما الدليل من القرآن على كفر من أنكر البعث ؟

( زعم الذين كفروا أن لن يبعثوا ) .
2⃣4⃣ Apa Dalil dari Al Qur’an yang menunjukkan bahwa “telah kufur orang yang mengingkari adanya hari kebangkitan”?

>> Firman Allah: ((Orang-orang kafir mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan)) _QS.At-Taghabun:7._
س25/ ما الدليل من القرآن على أن الله سيبعثنا ؟

( قل بلى وربي لتبعثن ) .
2⃣5⃣ Apa dalil dari Al Qur’an yang menunjukkan bahwa Allah akan membangkitkan kita?

>> Firman Allah: ((Katakanlah (hai Muhammad): ‘Justru -demi Rabbku, sungguh kamu akan benar-benar dibangkitkan’)) _QS. At-Taghabun: 7._
س26/ كم أركان الإسلام ؟

خمسة .
2⃣6⃣ Ada berapakah Rukun Islam?

>> ada Lima (5).
س27/كم أركان الإيمان ؟

ستة .
2⃣7⃣ ada berapakah Rukun Iman?

>> ada Enam (6).
س28/كم أركان الإحسان ؟

واحد .
2⃣8⃣ Ada berapakah Rukun Ihsan?

>> ada Satu (1)

(Ket: yaitu beribadah kepada Allah seolah-olah melihatNya. Meski tidak dapat melihatNya didunia ini, tapi ketahuilah bahwa Dia senantiasa melihat hambaNya).
س29/ ماتعريف الإسلام ؟

الاستسلام لله بالتوحيد والانقياد له بالطاعة والبراءة من الشرك وأهله .
2⃣9⃣ Apakah definisi Islam?

>> Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkanNya, tunduk kepada Allah dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.
س30/ ما تعريف الإيمان ؟

قول باللسان واعتقاد بالقلب وعمل بالجوارح يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية .
3⃣0⃣ Apa definisi Iman?

>> Iman adalah (kompilasi dari 3 hal berikut) mengucapkan dengan lisan, meyakini dengan hati, mengamalkan dengan anggota badan. Iman dapat bertambah dengan ketaatan dan dapat berkurang dengan kemaksiatan.
س31/ لمن نذبح ونسجد ؟

لله وحده لاشريك له .
3⃣1⃣ kepada siapa kita  menyembelih hewan kurban dan kepada siapa kita bersujud?

>> kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya.
س32/ هل يجوز الذبح والسجود لغير الله ؟

لا .
3⃣2⃣ Bolehkah menyembelih hewan kurban dan sujud kepada selain Allah?

>> Tidak boleh.
س33/ ماحكم الذبح والسجود لغير الله ؟

شرك أكبر.
3⃣3⃣ Apa hukum menyembelih hewan kurban dan sujud kepada selain Allah?

>> Hukumnya syirik besar.
▪انشر بارك الله فيك .
▪Sebarkan, Semoga Allah memberkahimu.
◎●◎●◎●◎●◎●◎●◎●◎●◎●◎●

✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

‏‎وأعظم ما يتلف الأعمال هو ظلم الناس والعياذ بالله، ظلم الناس في أموالهم وأعراضهم ودمائهم، فتجنبوا الظلم.
“Perkara terbesar yang merusak amal-amal kebaikan adalah kezhaliman terhadap orang lain -kita berlindung kepada Allah darinya- yaitu kezhaliman terhadap harta, kehormatan, dan darah mereka, maka jauhilah kezhaliman.”

BISMILLAAH ALHAMDULILLAAH..
➡ Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
فقراءة آية بتفكر وتفهم خير من قراءة ختمة بغير تدبر وتفهم وأنفع للقلب وأدعى إلى حصول الإيمان وحلاوة القرآن
🌴 “Membaca satu ayat disertai perenungan dan usaha memahami adalah:

✅ Lebih baik,

✅ Lebih bermanfaat bagi hati,

✅ Lebih mendorong dalam meraih keimanan,

✅ Lebih menghasilkan manisnya Al-Qur’an;

Daripada sekedar membaca sampai khatam tanpa perenungan dan tanpa usaha memahami.” [Miftah Daris Sa’aadah, 1/187]

​👆🏼📖 

✒ Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Msc حفظه الله تعالى. 
Sesuai persangkaan hamba pada Allah. Artinya, jika seorang hamba bertaubat dengan taubatan nashuha (yang tulus), maka Allah akan menerima taubatnya. Jika dia yakin do’anya akan dikabulkan, maka Allah akan mudah mengabulkan. Berbeda jika kondisinya sudah putus asa dan sudah berburuk sangka pada Allah sejak awal.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya.
Mengenai makna hadits di atas, Al Qodhi ‘Iyadh berkata, 

“Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya adalah Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan. Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan do’a jika hamba meminta. Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. Ulama lainnya berkata maknanya adalah berharap pada Allah (roja’) dan meminta ampunannya” 

(Syarh Muslim, 17: 2).
Inilah bentuk husnuzhon atau berprasangka baik pada Allah yang diajarkan pada seorang muslim. 
Jabir berkata bahwa ia pernah mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat tiga hari sebelum wafatnya beliau,
لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ
“Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnu zhon pada Allah” 

(HR. Muslim no. 2877).
Husnuzhon pada Allah, itulah yang diajarkan pada kita dalam do’a. Ketika kita berdo’a pada Allah kita harus yakin bahwa do’a kita akan dikabulkan dengan tetap melakukan sebab terkabulnya do’a dan menjauhi berbagai pantangan yang menghalangi terkabulnya do’a.  Karena ingatlah bahwasanya do’a itu begitu ampuh jika seseorang berhusnuzhon pada Allah.
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” 

(QS. Ghofir/ Al Mu’min: 60)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” 

(QS. Al Baqarah: 186)
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ
“Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta’ala selain do’a.” 

(HR. Tirmidzi no. 3370, Ibnu Majah no. 3829, dan Ahmad 2: 362, hasan)
Jika seseorang berdo’a dalam  keadaan yakin do’anya akan terkabul, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” 

(HR. Tirmidzi no. 3479, hasan)
Jika do’a tak kunjung terkabul, maka yakinlah bahwa ada yang terbaik di balik itu. Dari Abu Sa’id, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: (1) Allah akan segera mengabulkan do’anya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” 

(HR. Ahmad 3: 18, sanad jayyid).
Ibnu Rajab dalam Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam berkata,
فالإلحاحُ بالدعاء بالمغفرة مع رجاء الله تعالى موجبٌ للمغفرة
“Terus meminta dengan do’a dan memohon ampunan Allah disertai rasa penuh harap pada-Nya, adalah jalan mudah mendapatkan maghfiroh (ampunan).”
Maka yakinlah terus pada janji Allah, husnuzhon-lah pada-Nya. Janganlah berprasangka kecuali yang baik pada Allah. Dan jangan putus asa dari rahmat Allah dan teruslah berdo’a serta memohon pada-Nya.
Ya Allah, kabulkanlah dan perkenankanlah setiap do’a kami.
🌍 rumaysho.com/2298-sesuai-persangkaan-hamba-pada-allah.html
📝💡 Reposted by Group Kajian WA ISLAMADINA (08170071531 & 087782400868) 
SILAKAN BERGABUNG di Telegram Channel: @kajianIslamadina ▶ KLIK : https://goo.gl/qSyuEO

👍 Ali Bin Abitthalib _Rodhiallahu ‘Anhu_ berkata : 
لو كانَ الدِّينُ بالرَّأيِ لَكانَ أسفلُ الخفِّ أولى بالمسحِ من أعلاَهُ وقد رأيتُ رسولَ اللهِ صلى اللهُ عليهِ وسلمَ يمسحُ على ظاهرِ الخفينِ
*_”Andaikata landasan agama cukup dgn akal…niscaya mengusap bawah sepatu (khuff) lebih utama daripada mengusap atasnya….Namun sungguh aku telah melihat Rosulullah ﷺ mengusap atas/punggung sepatunya.”_* 

(HR.Abu Daud,dll. Shahih)
💥*DIANTARA LANDASAN YG SALAH JUGA…*
📛TAKLID BUTA.
📛HAWA NAFSU.
📛MENGIKUTI KEBANYAKAN MANUSIA.
📛MENGIKUTI NENEK MOYANG.

💎 *LANDASAN AGAMA YG BENAR DAN DI TERIMA OLEH ALLAH DAN ROSULNYA ADALAH…*
✅1⃣ AL-QURAN
✅2⃣ AS-SUNNAH / HADITS YG SHAHIH, 
✅3⃣ MENGIKUTI PARA SAHABAT.
👍 Nasihat Rosulullah ﷺ

*فعليكم بسنَّتي وسنَّةِ الخلفاءِ الرَّاشدينَ المَهديِّينَ فتمسَّكوا بها وعَضُّوا عليها بالنَّواجذِ ..*
*_”maka hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku (tuntunanku) dan tuntunan para Sahabatku… berpegang teguhlah kalian dgnnya, gigitlah dgn graham kalian…”_*

( HR. Ibnu Hibban dll, shahih)

Abu Ismail

📌 *TIPS HIDUP SELAMAT DI AKHIR ZAMAN…*
Rosulullah ﷺ telah mengingatkan kita…
فإنَّه مَن يعِشْ منكم فسيرى اختلافًا كثيرًا فعليكم بسنَّتي وسنَّةِ الخلفاءِ الرَّاشدينَ المَهديِّينَ فتمسَّكوا بها وعَضُّوا عليها بالنَّواجذِ وإيَّاكم ومُحدَثاتِ الأمورِ فإنَّ كلَّ مُحدَثةٍ بدعةٌ وكلَّ بدعةٍ ضلالةٌ
*_” Sesungguhnya siapa yg panjang umur diantara kalian, maka kalian akan menyaksikan perpecahan/perselisihan yg sangat banyak…maka (di saat itu) hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku (tuntunanku) dan tuntunan para Sahabatku… berpegang teguhlah kalian dgnnya, gigitlah dgn graham kalian…_*

*_Dan janganlah sekali-kali kalian mengada-adakan perkara yg baru (di dalam agama), krn setiap yg baru di dalam agama adalah Bid’ah, dan setiap bida’ah adalah kesesatan”._*

( HR. Ibnu Hibban dll, shahih)
👍 Semoga manfaat… Abu Isma’il. Mahad Riyadhusshalihiin, pandeglang.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam.
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ
“Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum’at. 
✅ Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan,      
✅ dan pada hari itu juga ditiup sangkakala 
✅ dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. 
👉Oleh karena itu PERBANYAKLAH SHALAWAT di hari JUMAT, karena shalawat akan disampaikan kepadaku….” 
(HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)
Membaca shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Jum’at bisa dimulai sejak malam harinya. Hal ini didasarkan pada hadits Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
✏ “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada pada hari Jum’at dan malam Jum’at. _*Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.*_ ” 
(HR. Al Baihaqi dalam Sunan Kubranya dan dinyatakan oleh Syaikh al Albani dalam Ash Shahihah, sanadnya shahih).
Lafazh bacaan shalawat yang paling ringkas yang sesuai dengan dalil-dalil yang shahih adalah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

(ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD

WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD)

“Ya ALLAH, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarganya.” 

(An Nasa’i: 1292, shahih)
Baarakallahu fiykum…

MDG🌹

Kaum Sepilis (sekuler, pluralis, dan liberalis) telah gencar menyebarkan propaganda yang nampak Islami. Berikut aneka PROPAGANDA LIBERAL dan jawaban kontra-logika sesat terkait.
1. PROPAGANDA SHALAT
“Buat apa SHALAT kalau riya’ tidak ikhlas, karena tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lebih baik bersihkan hati dulu, nanti kalau sudah ikhlas tidak riya’, maka baru Shalat agar diterima oleh Allah SWT.”
TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk pembenaran meninggalkan Shalat dengan “dalih” pembersihan hati dulu.
JAWAB :

Wajib Shalat walau masih riya’ belum ikhlas, karena Shalat adalah KEWAJIBAN AGAMA. Setiap muslim, ikhlas atau pun riya’, rela atau pun terpaksa, tetap WAJIB mendirikan Shalat.
Dan Shalat adalah BENTENG dari segala perbuatan KEJI dan MUNKAR, termasuk riya’, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. 29 Al-‘Ankabuut ayat 45.
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Justru : Shalat adalah OBAT HATI yang bisa menyembuhkan dan menghilangkan penyakit hati seperti riya’ dan ‘ujub. Bagaimana penyakit hati bisa sembuh tanpa mendirikan Shalat?!
2. PROPAGANDA JILBAB
“Lebih baik tidak pakai JILBAB, tapi hatinya baik, daripada pakai Jilbab tapi hatinya busuk.”
TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk membenarkan pelepasan Jilbab dengan “dalih” yang penting hatinya baik.
JAWAB :

Jilbab adalah KEWAJIBAN AGAMA, baik si pemakai berhati baik mau pun buruk, maka Jilbab tetap WAJIB dikenakan oleh para Wanita Muslimah sesuai dengan ketentuan Syariat, sebagaimana firman Allah Swt dalam QS.33.Al-Ahzaab ayat 59.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Justru : Jilbab juga termasuk OBAT HATI yang akan ikut merangsang penyembuhan penyakit hati, sekaligus identitas muslimah yang jadi benteng dari segala gangguan.
Karenanya, lebih baik memakai jilbab dan berhati baik, daripada berhati baik tanpa jilbab, apalagi berhati busuk tanpa jilbab.
3. PROPAGANDA KEPEMIMPINAN
“Lebih baik PEMIMPIN KAFIR asal jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada PEMIMPIN MUSLIM yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.”
TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk membolehkan orang Kafir memimpin umat Islam di wilayah mayoritas muslim.
JAWAB :

Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Al-Ijma’ bahwasanya Orang Kafir HARAM memimpin umat Islam di negeri Islam atau di wilayah mayoritas muslim.
Kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur’an bukan sekadar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam Q. S. Al-Baqarah 2: 124.
وَ إِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيْمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِيْن
“Dan (ingatlah) tatkala telah di­uji Ibrahim oleh TuhanNya dengan beberapa kalimat, maka telah dipenuhinya semuanya. Diapun berfirman : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan engkau Imam bagi manusia. Dia berkata : Dan juga dari antara anak-cucuku. Berfirman Dia : Tidaklah akan mencapai perjanjianKu itu kepada orang-orang yang zalim.”
Karenanya, lebih baik Pemimpin Muslim yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Kafir yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, apalagi Pemimpin Kafir yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.
4. PROPAGANDA POLITIK
“Islam itu suci dan Ulama itu mulia, sedang POLITIK kotor. Karenanya, jangan bawa Islam dan Ulama ke dalam politik.”
TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk menjauhkan Islam dan Ulama dari politik agar para Politisi Durjana bebas dan leluasa mengatur Negara dan Bangsa sesuai “Syahwat Syaithooniyyah”-nya.
JAWAB :

Islam itu suci dan Ulama itu mulia, sedang politik (سياسي) itu PENTING untuk mengurus negara dan bangsa. Karenanya, hanya Islam yang suci dan Ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik agar tidak dikotori oleh para Politisi Durjana.
Karenanya, Islam menjadikan Kekhilafahan menjadi salah satu Bab penting dalam Fiqih Islam. Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Khulafa RasyidinrhadhiAllaahu ‘anhum, telah mempraktekkan POLITIK ISLAM yang benar lagi bersih untuk menjadi suri tauladan bagi segenap umat Islam.
5. PROPAGANDA TATHBIQ SYARIAH
“SYARIAT ISLAM adalah aturan hukum yang bagus, saat diterapkan di zaman Generasi Terbaik “Shahabat”, maka hasilnya bagus. Sedang zaman sekarang generasi umat Islam sangat lemah dan tidak bagus, sehingga tak mampu jalankan Syariah yang begitu paripurna. Karenanya, umat Islam saat ini jangan sibuk dengan perjuangan TATHBIQ SYARIAH (peneratapan syariah) dulu, tapi harus fokus kepada perbaikan diri sendiri dulu.”
TARGET :

Kalimat ini bertujuan agar umat Islam tidak lagi menperjuangkan Tathbiq Syariah dengan “dalih” memperbaiki diri dulu.
JAWAB :

Syariat Islam adalah aturan hukum yang bagus, dan selalu    oleh para Shahabat, sehingga menjadi Generasi Terbaik.
Nah, generasi zaman sekarang yang lemah dan kurang bagus, justru karena tidak jalankan Syariat Islam dengan baik.
Karenanya, generasi sekarang wajib mencontoh para Shahabat dalam menjalankan Syariah yang begitu paripurna, sehingga bisa menjadi generasi yang bagus juga.
INGAT : Dahulu para Shahabat sebelum masuk Islam merupakan Generasi Jahiliyah yang buruk, lalu masuk Islam dan menjalankan Syariah Islam, sehingga menjadi Generasi Terbaik sebagaimana dipuji oleh Allah Swt dalam Q.S. Aali ‘Imraan 3 ayat 110.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Kesimpulannya, siapa yang ingin menjadi Generasi Terbaik, maka wajib perjuangkan Tathbiq Syariah, karena Syariah lah yang mampu mengubah pribadi dan masyarakat menjadi Generasi Terbaik.
Hasbunallaahu Wa Ni’mal Wakiil, Ni’mal Maulaa wa ni’man nashir.