Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Kehidupan kita di Dunia *hanyalah tamu,* dan karena tamu maka *kehadiran kita hanyalah sementara…..*
_Kaya atau miskin *hanyalah sementara.*_
_Kejayaan atau kegagalan, *juga sementara.*_
_Jabatan atau kedudukan, popularitas dan kemuliaan, *semua lagiยฒ hanya sementara saja…..*_
*Menjadi Bapak atau Ibu, menjadi Suami atau Isteri, menjadi Manager atau Direktur, bahkan jadi Presiden ataupun Raja, tidak ada yang abadi…..* *Sebab kita semua hanyalah TAMU…!*
_Karena kita *hanya tamu,* begitu waktunya tiba…..,Kita semua *harus beranjak pergi.*_
*Semua harta benda, emas permata, rumah dan kendaraan hanyalah pinjaman…..!*
_Walaupun semua asset adalah *hasil jerih payah keringat kita……*_
_Walaupun kita *mempunyai surat kepemilikan yang sah dan semua harta benda atas nama kita secara hukum…..?!*_
_Namun semuanya *hanyalah kepemilikan sementara,* hanyalah *pinjaman semata….!*_
*Karena pinjaman, begitu waktunya tiba, harus dikembalikan…..!*
_*Ketika lahir,* dua tangan kita kosong, ketika *meninggal dunia* kedua tangan kita juga kosong…..!_
_*Waktu datang* kita tidak membawa apa-apa, *waktu pergi* kita juga tidak membawa apapun.!_
_*Jangan sombong,* karena kaya dan berkedudukan, *jangan minder* karena miskin dan rendah…..!_ _Bukankah kita semua hanyalah tamu dan_ *Semua yang ada pada diri kita hanyalah pinjaman…..!*
*TETAPLAH RENDAH HATI…..,* _seberapapun tinggi kedudukan kita._
*TETAPLAH PERCAYA DIRI…..,* _seberapapun kekurangan kita._
*HANYA SATU KEPUNYAAN KITA….,* _yang bukan pinjaman, yang akan kita bawa kemanapun kita pergi, yaitu…….:_ *IMAN- AMAL- PERBUATAN KITA.*
_Semoga kita senantiasa bisa *meningkatkan ke- Iman-an dan ke-Taqwa-an , dan membawa serta amal perbuatan baik.*_
๐ŸŽ *Hadiah untuk semua Sahabat….. :
_Kami tidak menghadiahkan Matahari dan Bulan karena *keduanya akan hilang (dengan pergantian Siang dan Malam).*_
_Kami tidak menghadiahkan Lilin dan Es, karena keduanya akan meleleh._
_Kami tidak menghadiahkan kepada Saudaraku,warna-warni bunga karena akan layu._
_Namun,Kami menghadiahkan untuk Saudaraku…..:_
โ€Ž ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ *Subhanallah*
โ€Ž ูˆุงู„ุญู…ุฏู„ู„ู‡ *Walhamdulillah*
โ€Ž ูˆู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ *Wa lailaha ilallah*
โ€Ž ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ *Wallahu Akbar*
_Karena *hadiah itu kekal* untuk Anda dan akan *memberatkan timbangan amal* di Akhirat._
*Obat yang menjadikan kehidupan tidak akan pernah Cemas/Gelisah.*
โ€Žู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู†ุช ุณุจุญุงู†ูƒ ุฅู†ูŠ ูƒู†ุช ู…ู† ุงู„ุธุงู„ู…ูŠู†
*Laa Ilaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minadzaalimiin.*
“Barangsiapa bersandar pada harta, ia akan miskin.
Barangsiapa bersandar pada harga diri, ia akan hina.
Barangsiapa bersandar pada akalnya, ia akan tersesat.
Namun barangsiapa bersandar pada Allah, sesungguhnya ia tak pernah miskin, hina dan sesat.”
( Ali bin Abi Thalib RA).

Advertisements

Kehidupan kita di Dunia *hanyalah tamu,* dan karena tamu maka *kehadiran kita hanyalah sementara…..*
_Kaya atau miskin *hanyalah sementara.*_
_Kejayaan atau kegagalan, *juga sementara.*_
_Jabatan atau kedudukan, popularitas dan kemuliaan, *semua lagiยฒ hanya sementara saja…..*_
*Menjadi Bapak atau Ibu, menjadi Suami atau Isteri, menjadi Manager atau Direktur, bahkan jadi Presiden ataupun Raja, tidak ada yang abadi…..* *Sebab kita semua hanyalah TAMU…!*
_Karena kita *hanya tamu,* begitu waktunya tiba…..,Kita semua *harus beranjak pergi.*_
*Semua harta benda, emas permata, rumah dan kendaraan hanyalah pinjaman…..!*
_Walaupun semua asset adalah *hasil jerih payah keringat kita……*_
_Walaupun kita *mempunyai surat kepemilikan yang sah dan semua harta benda atas nama kita secara hukum…..?!*_
_Namun semuanya *hanyalah kepemilikan sementara,* hanyalah *pinjaman semata….!*_
*Karena pinjaman, begitu waktunya tiba, harus dikembalikan…..!*
_*Ketika lahir,* dua tangan kita kosong, ketika *meninggal dunia* kedua tangan kita juga kosong…..!_
_*Waktu datang* kita tidak membawa apa-apa, *waktu pergi* kita juga tidak membawa apapun.!_
_*Jangan sombong,* karena kaya dan berkedudukan, *jangan minder* karena miskin dan rendah…..!_ _Bukankah kita semua hanyalah tamu dan_ *Semua yang ada pada diri kita hanyalah pinjaman…..!*
*TETAPLAH RENDAH HATI…..,* _seberapapun tinggi kedudukan kita._
*TETAPLAH PERCAYA DIRI…..,* _seberapapun kekurangan kita._
*HANYA SATU KEPUNYAAN KITA….,* _yang bukan pinjaman, yang akan kita bawa kemanapun kita pergi, yaitu…….:_ *IMAN- AMAL- PERBUATAN KITA.*
_Semoga kita senantiasa bisa *meningkatkan ke- Iman-an dan ke-Taqwa-an , dan membawa serta amal perbuatan baik.*_
๐ŸŽ *Hadiah untuk semua Sahabat….. :
_Kami tidak menghadiahkan Matahari dan Bulan karena *keduanya akan hilang (dengan pergantian Siang dan Malam).*_
_Kami tidak menghadiahkan Lilin dan Es, karena keduanya akan meleleh._
_Kami tidak menghadiahkan kepada Saudaraku,warna-warni bunga karena akan layu._
_Namun,Kami menghadiahkan untuk Saudaraku…..:_
โ€Ž ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ *Subhanallah*
โ€Ž ูˆุงู„ุญู…ุฏู„ู„ู‡ *Walhamdulillah*
โ€Ž ูˆู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ *Wa lailaha ilallah*
โ€Ž ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ *Wallahu Akbar*
_Karena *hadiah itu kekal* untuk Anda dan akan *memberatkan timbangan amal* di Akhirat._
*Obat yang menjadikan kehidupan tidak akan pernah Cemas/Gelisah.*
โ€Žู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู†ุช ุณุจุญุงู†ูƒ ุฅู†ูŠ ูƒู†ุช ู…ู† ุงู„ุธุงู„ู…ูŠู†
*Laa Ilaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minadzaalimiin.*
“Barangsiapa bersandar pada harta, ia akan miskin.
Barangsiapa bersandar pada harga diri, ia akan hina.
Barangsiapa bersandar pada akalnya, ia akan tersesat.
Namun barangsiapa bersandar pada Allah, sesungguhnya ia tak pernah miskin, hina dan sesat.”
( Ali bin Abi Thalib RA).

Dari *Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu* , ia mendengar *Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam* bersabda :

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู‡ูŽู…ู‘ูŽู‡ู ุŒ ููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ููŽู‚ู’ุฑูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ู‡ู ูุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ู†ููŠู‘ูŽู€ุชูŽู‡ู ุŒ ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุบูู†ูŽุงู‡ู ูููŠู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุชูŽุชู’ู‡ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฑูŽุงุบูู…ูŽุฉูŒ.

Barangsiapa *tujuan hidupnya adalah dunia*,
maka *Allรขh akan mencerai-beraikan urusannya*,
menjadikan *kefakiran di kedua pelupuk matanya*,
dan ia *tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya*.

Barangsiapa yang niat *(tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat*,
*Allรขh akan mengumpulkan urusannya*,
menjadikan *kekayaan di hatinya*,
dan *dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina*. โ€

_bismillaah alhamdulillah.

alloohumma sholli wa sallim a’laa nabiyyina muhammadin._

๐Ÿž ๐Ÿ’ง *NILAI PALING BERHARGA DAN PALING MAHAL*

โœ _Al-โ€˜Allamah Asy-Syaikh Rabiโ€™ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah_

“ุงู„ุฏู†ูŠุง ูŠุง ุฅุฎูˆุงุชุงู‡ุŒ ุจู‚ุตูˆุฑู‡ุง ูˆุฐู‡ุจู‡ุง ู„ุงู‚ูŠู…ุฉ ู„ู‡ุง ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฅุฐุง ู„ู… ูŠูƒู† ู„ู†ุง ุนู‚ูŠุฏุฉ ุตุญูŠุญุฉ ูˆู…ู†ู‡ุฌ ุตุญูŠุญ. ู„ุง ู‚ูŠู…ุฉ ู„ู‡ุง ุฃุจุฏุงู‹. ุงู„ู‚ูŠู…ุฉ ุงู„ุญู‚ูŠู‚ูŠุฉ ู‡ูŠ -ูˆุงู„ู„ู‡- ู„ู‡ุฐุง ุงู„ู…ู†ู‡ุฌ.

โ˜๏ธ

โ€œWahai saudara-saudaraku, dunia dengan segala istana dan emasnya itu semua tak bernilai di sisi Allah apabila kita tidak memiliki aqidah yang benar dan manhaj yang benar. Dunia tidak ada nilainya sama sekali. Nilai yang hakiki โ€”demi Allahโ€” ada pada manhaj ini.

ุจู‡ุฐู‡ ุงู„ู†ุนู…ุฉ ุงู„ุชูŠ ูŠุชุบุงูู„ ุนู†ู‡ุง ูƒุซูŠุฑูŒ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ ูˆ ุงู„ุชูŠ ูŠุฌู‡ู„ูู‡ุง ูƒุซูŠุฑูŒ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ.

โœ‹ *Nikmat ini yang manusia banyak melalaikannya, sekaligus banyak orang tidak mengerti tentangnya.*

ุฅู†ู‡ุง ู„ู…ู† ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู†ุนู…. ู‡ุฐู‡ ุฃู…ุฑูŠูƒุง ุงู„ู„ูŠ ุนู†ุฏู‡ุง ุงู„ุฃุณุงุทูŠู„ ุงู„ุฌูˆูŠุฉ ูˆ ุงู„ุจุญุฑูŠุฉ ูˆ ู‚ูˆุงุชุŒ ูˆุงู„ู„ู‡ ู„ุงู‚ูŠู…ุฉ ู„ู‡ุง ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุชุจุงุฑูƒ ูˆ ุชุนุงู„ู‰. ูˆ ูˆุงู„ู„ู‡ ุงู„ู†ุนู…ุฉ ุงู„ุนุธู…ู‰ ุนู†ุฏู†ุง ู†ุญู†: ู†ุนู…ุฉ ุงู„ุฅูŠู…ุงู†ุŒ ู†ุนู…ุฉ ุงู„ุชูˆุญูŠุฏุŒ ู†ุนู…ุฉ ุงู„ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ุตุญูŠุญ ุงู„ูˆุงุถุญ ุงู„ู‚ุงุฆู… ุนู„ู‰ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุนู„ู‰ ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ุณู„ู ุงู„ุตุงู„ุญ.”

๐Ÿ™Œ

Padahal itu merupakan salah satu nikmat terbesar. Amerika memiliki segala perangkat tempur udara dan lautan dan kekuatan, demi Allah itu tidak ada nilainya di sisi Allahย Tabaraka wa Taโ€™ala. Sungguh demi Allah nikmat terbesar bagi kita adalah:

*Nikmat iman, nikmat tauhid, nikmat manhaj yang benar dan jelas, yang tegak di atas Kitabullah dan manhaj Salafush Shalih.โ€*

๐Ÿ“• *Sumber:*

Lihat Al-Iโ€™tisham Bi Al-Kitab Wa As-Sunnah, 5

Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah dalam kitabnya Hilyah Thalibil โ€˜Ilmi menerangkan bahwa ilmu itu ibadah. Maka harus memenuhi dua syarat ibadah, yaitu iklash dan mutabaโ€™ah (sesuai dengan contoh rasulullah).
Di antara metode dalam menuntut ilmu adalah sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam berikut.
ู†ุถู‘ูŽุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู…ุฑุฃู‹ ุณูŽู…ูุน ู…ู‚ุงู„ุชูŠ ููˆูŽุนูŽุงู‡ุง ูˆุญูŽููุธู‡ุง ูˆุจูŽู„ู‘ูŽุบู‡ุงุŒ ูุฑูุจู‘ูŽ ุญุงู…ู„ ููู‚ู’ู‡ ุฅู„ู‰ ู…ูŽู† ู‡ูˆ ุฃูู‚ู‡ ู…ู†ู‡ุŒ
โ€œSemoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya lalu menghafalnya lalu menyampaikannya. Banyak orang yang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih paham darinyaโ€ (HR At-Tirmidzi).
Hadits ini mutawatir. Hadits tersebut diriwayatkan oleh sekitar dua puluh orang sahabat. Perhatikanlah,
Dalam hadits ini Nabi menyebutkan metode menuntut ilmu:
1. Mendengar. 2. Memahami. 3. Menghafal. 4. Menyampaikan.
Oleh karena itu, sebagian ulama berkata, โ€œAwal ilmu adalah husnul istimaaโ€™, yaitu mendengar dengan baik. Mendengar akan lebih sempurna dengan mencatat. Sebagaimana dikatakan oleh imam Az-Zuhri, โ€œIkatlah ilmu dengan mencatatnya.โ€ Maka hendaklah para penuntut pintar mendengar dan mencatat ilmu terlebih dahulu. Orang yang tak pandai mendengar ia tidak akan dapat menuntut ilmu.
Janganlah langsung loncat ke fase terakhir, yaitu menyampaikan, sehingga menjadi lebih pandai menshare daripada mendengar. Pandailah mendengar, lalu fahami lalu hafalkan dan kuasai lalu terakhir menyampaikan dengan penuh amanah ilmiyah. Bila metode ini diabaikan, akibatnya banyak bermunculan Lc (Langsung copas), sehingga ilmu tak kokoh. Lebih banyak berkicau dan comment. Allahul Mustaโ€™an.

Ust. Badrusalam, Lc.

Oleh

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.
ุฑูˆู‰ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ู…ุง ู…ู† ุฃูŠุงู… ุงู„ุนู…ู„ ุงู„ุตุงู„ุญ ููŠู‡ุง ุฃุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… โ€“ ูŠุนู†ูŠ ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ โ€“ ู‚ุงู„ูˆุง : ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุŸ ู‚ุงู„ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ุฑุฌู„ ุฎุฑุฌ ุจู†ูุณู‡ ูˆู…ุงู„ู‡ ุซู… ู„ู… ูŠุฑุฌุน ู…ู† ุฐู„ูƒ ุจุดูŠุก
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu โ€˜Abbas Radhiyallahu โ€˜anhuma bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapunโ€.
ูˆุฑูˆู‰ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ู…ุง ู…ู† ุฃูŠุงู… ุฃุนุธู… ูˆู„ุง ุงุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนู…ู„ ููŠู‡ู† ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ ูุฃูƒุซุฑูˆุง ููŠู‡ู† ู…ู† ุงู„ุชู‡ู„ูŠู„ ูˆุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ูˆุงู„ุชุญู…ูŠุฏ
ูˆุฑูˆู‰ ุงุจู† ุญุจุงู† ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุตุญูŠุญู‡ ุนู† ุฌุงุจุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„: ุฃูุถู„ ุงู„ุฃูŠุงู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ.
โ€œImam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu โ€˜anhuma, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmidโ€.
MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN
1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah

Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam:
ุงู„ุนู…ุฑุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุนู…ุฑุฉ ูƒูุงุฑุฉ ู„ู…ุง ุจูŠู†ู‡ู…ุง ูˆุงู„ุญุฌ ุงู„ู…ุจุฑูˆุฑ ู„ูŠุณ ู„ู‡ ุฌุฒุงุก ุฅู„ุง ุงู„ุฌู†ุฉ
โ€œDari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surgaโ€.
2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.

Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :
ุงู„ุตูˆู… ู„ูŠ ูˆุฃู†ุง ุฃุฌุฒูŠ ุจู‡ ุŒ ุงู†ู‡ ุชุฑูƒ ุดู‡ูˆุชู‡ ูˆุทุนุงู…ู‡ ูˆุดุฑุงุจู‡ ู…ู† ุฃุฌู„ูŠ
โ€œPuasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Akuโ€.
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :
ู…ุง ู…ู† ุนุจุฏ ูŠุตูˆู… ูŠูˆู…ุงู‹ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุŒ ุฅู„ุง ุจุงุนุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจุฐู„ูƒ ุงู„ูŠูˆู… ูˆุฌู‡ู‡ ุนู† ุงู„ู†ุงุฑ ุณุจุนูŠู† ุฎุฑูŠู
โ€œTidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahunโ€. [Hadits Muttafaqun โ€˜Alaih].
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :
ุตูŠุงู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ ุฃุญุชุณุจ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠูƒูุฑ ุงู„ุณู†ุฉ ุงู„ุชูŠ ู‚ุจู„ู‡ ูˆุงู„ุชูŠ ุจุนุฏู‡ .
โ€œBerpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnyaโ€.
3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.

Sebagaimana firman Allah Taโ€™ala.
ูˆูŽูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงุณู’ู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ูŽุงุชู
โ€œโ€ฆ. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan โ€ฆโ€. [al-Hajj/22 : 28].
Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu โ€˜anhuma.
ูุฃูƒุซุฑูˆุง ููŠู‡ู† ู…ู† ุงู„ุชู‡ู„ูŠู„ ูˆุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ูˆุงู„ุชุญู…ูŠุฏ
โ€œMaka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmidโ€. [Hadits Riwayat Ahmad].
Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqahaโ€™, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :
ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu
โ€œAllah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allahโ€.
Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.
ูˆูŽู„ูุชููƒูŽุจู‘ูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฏูŽุงูƒูู…ู’
โ€œDan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu โ€ฆโ€. [al-Baqarah/2 : 185].
Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan doโ€™a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.
Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan doโ€™a-doโ€™a lainnya yang disyariatkan.
4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.

Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan ketaโ€™atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.
Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda.
ุงู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุบุงุฑ ูˆุบูŠุฑุฉ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠุฃุชูŠ ุงู„ู…ุฑุก ู…ุง ุญุฑู… ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠ
โ€œSesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnyaโ€ [Hadits Muttafaqun โ€˜Alaihi].
5. Banyak Beramal Shalih.

Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qurโ€™an, amar maโ€™ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.
6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq

Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjamaโ€™ah ; bagi selain jamaโ€™ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jamaโ€™ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.
7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq.

Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim โ€˜Alaihissalam, yakni ketika Allah Taโ€™ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.
ูˆู‚ุฏ ุซุจุช ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุถุญู‰ ุจูƒุจุดูŠู† ุฃู…ู„ุญูŠู† ุฃู‚ุฑู†ูŠู† ุฐุจุญู‡ู…ุง ุจูŠุฏู‡ ูˆุณู…ู‰ ูˆูƒุจู‘ุฑ ูˆูˆุถุน ุฑุฌู„ู‡ ุนู„ู‰ ุตูุงุญู‡ู…ุง
โ€œBerkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba ituโ€. [Muttafaqun โ€˜Alaihi].
8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu โ€˜anha bahwa Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda.
ุฅุฐุง ุฑุฃูŠุชู… ู‡ู„ุงู„ ุฐูŠ ุงู„ุญุฌุฉ ูˆุฃุฑุงุฏ ุฃุญุฏูƒู… ุฃู† ูŠุถู‘ุญูŠ ูู„ูŠู…ุณูƒ ุนู† ุดุนุฑู‡ ูˆุฃุธูุงุฑู‡
โ€œJika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunyaโ€.
Dalam riwayat lain :
ูู„ุง ูŠุฃุฎุฐ ู…ู† ุดุนุฑู‡ ูˆู„ุง ู…ู† ุฃุธูุงุฑู‡ ุญุชู‰ ูŠุถุญูŠ
โ€œMaka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurbanโ€.
Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.
ูˆูŽู„ุง ุชูŽุญู’ู„ูู‚ููˆุง ุฑูุกููˆุณูŽูƒูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุจู’ู„ูุบูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ูŠู ู…ูŽุญูู„ู‘ูŽู‡
โ€œโ€ฆ.. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihanโ€ฆโ€. [al-Baqarah/2 : 196].
Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.
9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.

Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.
10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.

Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.

Di surga ada delapan pintu surga. Salah satu pintu dinamakan Ar-Rayyan dan pintu ini khusus bagi orang yang berpuasa. Dalam hadits disebutkan,

ุนูŽู†ู’ ุณูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ุณูŽุนู’ุฏู โ€“ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠูŽุฉู ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุŒ ูููŠู‡ูŽุง ุจูŽุงุจูŒ ูŠูุณูŽู…ู‘ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽูŠู‘ูŽุงู†ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ููˆู†ูŽ ยป
Dari Sahl bin Saโ€™ad radhiyallahu โ€˜anhu, dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, ia berkata, โ€œSurga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.โ€ (HR. Bukhari no. 3257)
Pintu lainnya adalah pintu untuk orang-orang yang rajin mengerjakan shalat, pintu untuk yang rajin bersedekah, pintu untuk para mujahid.
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ูŽ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽูŠู’ู†ู ููู‰ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู†ููˆุฏูู‰ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูŠูŽุง ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ . ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุฏูุนูู‰ูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽุงุจู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ุฏูุนูู‰ูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุฏูุนูู‰ูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽุงุจู ุงู„ุฑู‘ูŽูŠู‘ูŽุงู†ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุฏูุนูู‰ูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽุงุจู ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู
โ€œBarangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, โ€˜Hai hamba Allah, inilah kebaikan.โ€™ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.โ€
ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู โ€“ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ โ€“ ุจูุฃูŽุจูู‰ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูˆูŽุฃูู…ู‘ูู‰ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฏูุนูู‰ูŽ ู…ูู†ู’ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ู…ูู†ู’ ุถูŽุฑููˆุฑูŽุฉู ุŒ ููŽู‡ูŽู„ู’ ูŠูุฏู’ุนูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ู’ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู†ูŽุนูŽู…ู’ . ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุฌููˆ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ยป
Ketika mendengar hadits ini Abu Bakar pun bertanya, โ€œAyah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?โ€
Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pun menjawab, โ€œIya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.โ€ (HR. Bukhari no. 1897, 3666 dan Muslim no. 1027)
Al-Qadhi menukil ucapan Al-Harawi ketika menerangkan makna โ€˜sepasang hartanyaโ€™: Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan โ€˜sepasang hartaโ€™ adalah dua ekor kuda, dua orang budak, atau dua ekor unta. Ibnu โ€˜Arafah menyatakan segala sesuatu yang memiliki pasangan disebut dengan zauj.
Sedangkan yang dimaksud dengan berinfak di jalan Allah dalam hadits ini mencakup berinfak untuk segala bentuk amal kebaikan. Ada juga ulama yang menafsirkan, yang dimaksud adalah khusus jihad saja. Namun memberlakukan secara umum seperti pendapat pertama itu lebih bagus. Demikian ucapan dari Al-Qadhi โ€˜Iyadh. (Syarh Shahih Muslim, 6: 106)
Sedangkan pintu kelima adalah pintu Al-Ayman. Dari Abu Hurairah, dalam hadits tentang syafaat Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dikatakan,
ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุฃูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููƒูŽ ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุญูุณูŽุงุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุงุจู ุงู„ุฃูŽูŠู’ู…ูŽู†ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุดูุฑูŽูƒูŽุงุกู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู
โ€œWahai Muhammad, suruhlah umatmu (yaitu) orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk ke dalam surga melalui pintu Al-Ayman yang merupakan di antara pintu-pintu surga. Sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang.โ€ (HR. Bukhari no. 3340, 3361, 4712 dan Muslim no. 194)
Nama pintu keenam adalah Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina โ€˜an An-Naas (mudah menahan amarah dan memaafkan orang lain) terdapat dalam hadits dari Rawh bin โ€˜Ubadah, dari Asyโ€™ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal,
ุฅูู†ู‘ูŽ ู„ู„ู‡ู ุจูŽุงุจุงู‹ ูููŠ ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽููŽุง ุนูŽู†ู’ ู…ูŽุธู’ู„ูŽู…ูŽุฉู
โ€œSesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.โ€ (Diriwayatkan oleh Ahmad. Lihat Fath Al-Bari, 7: 28).
Imam Nawawi rahimahullah berkata, โ€œAl-Qadhi berkata, pintu-pintu surga lainnya disebutkan dalam hadits lain yaitu pintu taubat, pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina โ€˜an An-Naas, Pintu Ridha. Inilah jadinya ada tujuh pintu yang ada dalam berbagai hadits. Sedangkan 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab akan masuk melalui pintu Al-Ayman. Itulah pintu kedelapan.โ€ (Syarh Shahih Muslim, 7: 106-107)
Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan, โ€œDalam hadits disebutkan ada empat pintu surga. Di awal-awal bab jihad sudah diterangkan pula bahwa pintu surga itu ada delapan. Rukun Islam yang tersisa adalah haji, tentu ada pintu khusus untuk orang yang berhaji. Itulah pintu kelima. Adapun tiga pintu lainnya, ada di situ pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina โ€˜an An-Naas terdapat dalam riwayat Imam Ahmad, dari Rawh bin โ€˜Ubadah dari Asyโ€™ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal, โ€œSesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.โ€
Ada juga pintu Al-Ayman (pintu ketujuh), yaitu pintu orang yang bertawakkal pada Allah yang masuk dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksa. Adapun pintu kedelapan adalah Pintu Dzikir sebagaimana yang diisyaratkan dalam riwayat Tirmidzi. Bisa jadi pula adalah Pintu Ilmu. Wallahu aโ€™lam.โ€ (Fath Al-Bari, 7: 28)

Sumber : https://rumaysho.com/11605-delapan-pintu-surga.html