Skip to content

EoiN

Growing Spiritually in Grace and Peace

Dikarenakan banyaknya ikhwan wal akhwat menanyakan keutamaan puasa awal rajab, dan masih adanya beberapa orang yg menyebarkan anjuran beribadh puasa rajab yg tidak berdasar dgn hadist shaihi Hadist yg shahih maka kami BC ulang mengenai hal tsb :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Rajab adalah bulan yang mulia. Allah melipatgandakan kebaikan di dalamnya. Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab, sama seperti puasa setahun. Barangsiapa puasa tujuh hari, tujuh pintu neraka Jahanam dikunci darinya. Barangsiapa puasa delapan hari, delapan pintu surga dibuka untuknya. Barangsiapa puasa sepuluh hari, apa pun yang dimintanya kepada Allah pasti diberi. Dan barangsiapa yang puasa lima belas hari, seorang malaikat menyeru di langit; Sungguh dosamu yang lalu telah diampuni, maka mulailah lakukan amal baik. Dan barangsiapa yang menambah, Allah pun akan menambahnya.”
 
DERAJAT HADIST ; MAUDHU ( PALSU )
 
   Setelah menyebutkan hadits ini, Al-Baihaqi mengutip perkataan Imam Ahmad, “Saya juga punya hadits lain yang menyebutkan perhari keutamaan puasa Rajab, tetapi ia adalah hadits maudhu’. Saya tidak mengeluarkannya.”

Ketika memaparkan biografi Utsman bin Atha` bin Abi Muslim Al-Khurasani, Adz-Dzahabi menyebutkan hadits ini. Dia berkomentar, “Ini hadits batil dan sanadnya tidak jelas.”[ Mizan Al-I’tidal/Jilid 3/Hlm 48/poin nomor 5540.]

Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan Ath-Thabarani dalam Al-Kabir, dan dalam sanadnya ada Abdul Ghafur. Dia ditinggalkan haditsnya (matruk).”[ Majma’ Az-Zawa`id (5132).
]
As-Suyuthi memasukkan hadits ini dan hadits-hadits lain tentang keutamaan puasa Rajab dalam Al-La`ali Al-Mashnu’ah fi Al-Ahadits Al-Maudhu’ah.[ Lihat Al-La`ali Al-Mashnu’ah/Jilid 2/Hlm 97-98.]

Asy-Syaukani memasukkan hadits ini dan hadits-hadits lain tentang keutamaan puasa Rajab dalam Al-Fawa`id Al-Majmu’ah fi Al-Ahadits Al-Maudhu’ah.[ Lihat Al-Fawa`id Al-Majmu’ah (hlm 100-101).]

Sa’id bin Jubair ditanya tentang puasa Rajab,
maka ia (رضي الله عنه) menjawab :
“Aku mendengar Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata: Nabi (صلى الله عليه وسلم) senantiasa berpuasa sampai kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun suatu saat beliau tidak berpuasa sampai kami berkata : Nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh.” [HR. Muslim, kitab Ash Shiyam]

✽ Riwayat lain Nabi (صلى الله عليه وسلم) bersabda;
“Janganlah engkau menyamakan puasa di bulan ini (bulan Rajab) dengan bulan Ramadhan.”
[Majmu’ Al Fatawa, Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil berkata sanadnya Shahih]

✽ Selain hadits SHAHIH diatas, hadits LEMAH dan PALSU-pun bertebaran menjelaskan tentang keutamaan puasa khusus di bulan Rajab sehingga banyak kaum muslimin TERTIPU (TERTOLAK amalannya sebab hadits lemah dan palsu), diantaranya;

“Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang mulia. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan tersebut berarti sama nilainya dia berpuasa seribu tahun..”

“Siapapun yg berpuasa satu hari di bulan Rajab sama nilainya dia berpuasa satu tahun..”

“Di bulan Rajab ada satu hari dan satu malam, siapapun yang berpuasa di hari itu, dan mendirikan malamnya. Maka sama nilainya dengan orang yg berpuasa seratus tahun..”

✽ Hadits diatas dan yg semisal adalah hadits LEMAH dan PALSU yang tidak bisa disandarkan untuk menetapkan suatu ibadah secara khusus, selengkapnya bisa dilihat di http://sunniysalafiy.wordpress.com/2012/05/21/hadits-hadits-lemah-dan-palsu-seputar-amalan-di-bulan-rajab/

✽ Imam Ibnu Rajab (wafat 795 H) (رحمه الله) berkata;
“TIDAK ADA satu pun hadits shahih dari Nabi (صلى الله عليه وسلم) tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus…” [Lathaiful Ma’arif]

✽ Kesimpulan;
Tidak ada pengkhususan puasa pada hari/ tanggal tertentu di bulan Rajab sebagaimana diyakini sebagian orang, Namun tidak terlarang berpuasa spt rutinitas puasa di bulan yg lain (puasa senin-kamis, ayyamul biid atau puasa daud).

Semoga bermanfaat..

About these ads

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: